13 Februari 2008
BlueScope Tambah Investasi US$ 101 Juta

CILEGON. PT BlueScope Steel Indonesia tengah giat berekspansi. Produsen baja lapis asal Australia itu bermaksud menambah investasi sebesar US$ 101 juta untuk memperluas kapasitas pabriknya di Cilegon, Banten.

Investasi baru itu bertujuan menambah kapasitas produksi dari semula 100-000 ton per tahun menjadi 300.000 ton. Proyek perluasan pabrik itu akan selesai pada akhir 2009. Pabrik baru tersebut akan memproduksi baja lapis dengan ketebalan tipis antara 0,2 mm-0,4 mm yang umumnya digunakan untuk sektor perumahan.

BlueScope yang hadir di Indonesia sejak 1973 menjadi investor Australia terbesar di Indonesia. Total nilai investasi mereka mencapai US$ 250 juta selama 35 tahun dengan merambah pasar konstruksi di Indonesia.

Menurut Chief Executive Officer BlueScope Steel Limited, induk PT BlueScope Steel Indonesia, Paul O'Malley, Indonesia merupakan pasar terbesar mereka. "Indonesia memiliki populasi terbesar ke empat di dunia dan telah menjadi salah satu kunci keberhasilan kami di Asia," ujarnya saat peletakan batu pertama perluasan pabrik baru di Cilegon, Selasa (12/2).

Paul bilang, permintaan di Indonesia merupakan yang terbesar. Bahkan selama ini BlueScope harus mengimpor sekitar 35% total permintaan di Indonesia dari pabriknya di Malaysia dan Vietnam untuk memenuhi pasar Indonesia. "Karena itulah kami memperluas pabrik ini agar dapat mengakomodir permintaan besar di Indonesia," ujarnya.

Terkait kenaikan biaya produksi di industri hulu baja yang berimbas ke bahan baku produksi BlueScope, Presiden BlueScope Steel Indonesia & Malaysia, Rob Crawford menambahkan, BlueScope akan mengatasi hal itu dengan menjalankan proses produksi secara lebih efektif dan efisien. "Sebagian kenaikan biaya kami serap, dan sebagian lagi kami bebankan ke hargajual," imbuhnya. Pada 2007 silam, BlueScope Indonesia membukukan penjualan senilai US$ 160 juta, tumbuh 30% dari perolehan di 2006.

Sumber :  Harian Kontan, Page : 13 


 

 Dilihat : 3103 kali