06 September 2007
Antam-KS Bangun Proyek Pengolahan Bijih Besi di Kalsel

JAKARTA-.-PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan menyiapkan dana 60-70 juta dolar AS untuk pembangunan pengolahan bijih besi di Kalimantan Selatan. Pembangunan pengolahan bijih besi ini merupakan proyek kerja sama Antam dan PT Krakatau Steel (KS).

Direktur, Utama Antam, Dedy Aditya Soemanegara, menuturkan dalam pembangunan pengolahan biji besi di Kalimantan Selatan, kedua BUMN akan membentuk sebuah perusahaan joint venture. KS akan menjadi pemegang saham mayoritas. "Kepemilikan Antam sekitar 30 40 persen," kata Dedy ditemui di sela Orientasi Fungsionaris Pengusaha Nasional Partai Golkar, di Jakarta, Rabu (5/9).

Dengan kepemilikan saham itu, jelas Dedy, Aritam. akan menyetorkan investasi sekitar 60-70 juta dolar AS. "Tidak terlalu besar," katanya.

Kepemilikan KS dominan karena perusahaan ini yang menguasai teknologi. "Antam hanya menangani masalah pertambangan dan proses produksi," jelas Dedy. Untuk pembangunan pengolahan bijih besi ini, lanjut Dedy, Antam dan KS telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Saat ini Antam dan KS sedang memproses kerja sama dengan para kuasa pertambangan yang memiliki bahan baku bijih besi. "Kita masifc terus survei untuk mengumpulkan cadangan bijih besi," katanya.

Sebelumnya Dirut KS, Daenulhay, menuturkan pembangunan pabrik pengolahan bijih besi tersebut diperkirakan akan dimulai pada Maret 2008. Dedy menambahkan, perusahaan berani memberikan harga bersaing dengan eksportir. "Daripada diekspor kan lebih Baik diolah sendiri," ujarnya.

Ke depannya, Dedy tidak khawatir akan kekurangan bahan baku. Pasalnya pemerintah akan melarang ekspor biji besi lewat Undang Undang Mineral dan Batubara (UUMinerba).

Sumber : Republika,  06 September 2007

 Dilihat : 2654 kali