13 Februari 2008
Sektor ILMTA diproyeksikan naik 4,5%

JAKARTA: Departemen Perindustrian menargetkan pertumbuhan di industri logam mesin tekstil dan aneka (ILMTA) pada tahun ini akan mencapai 4,45% pada tahun ini meski ancaman resesi dunia dapat menurunkan target ekspor di sektor tersebut.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengatakan target tersebut cukup realistis mengingat pada tahun lalu sektor ini sempat tumbuh 3,28% atau melebihi target yang ditetapkan dalam rencana strategis pemerintah (renstra).

Dia mengatakan tahun lalu, pertumbuhan sektor ILMTA tersebut didongkrak oleh kinerja ekspor yang mencapai US$25,6 miliar atau melebihi pencapaian 2006 sebesar US$17,5 miliar. Penyerapan tenaga kerja mencapai 240.739 orang.

"Untuk mencapai pertumbuhan tahun ini, Depperin telah menerapkan sejumlah strategi pada tiatiap sektor. Di sektor logam, pemerintah tetap memfasilitasi PT Krakatau Steel dan PT Semeru Surya Steel untuk membangun industri baja di Batu Licin dan Pelaihari di Kalsel," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan beberapa sektor yang masih dianggap sunset, akan menjadi prioritas Depperin untuk dioptimalkan seperti sektor tekstil, permesinan, dan alas kaki. "Yang berkaitan dengan hal ini, pemerintah akan mengopti
malkan pemanfaatan TKDN [Tingkat Kandungan Dalam Negeri]."

Anshari mengatakan optimalisasi di industri mesin, Depperin akan menyinergikan revitalisasi pabrik gula Merah Putih dengan Kementerian BUMN agar dapat dilakukan oleh EPC (EngineeringProcurement Construction) seperti PT Rekayasa Industri dan PT Barata.

Di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), katanya, pemerintah tetap berkomitmen akan melanjutkan program restrukturisasi permesinan dengan mengubah pola subsidi bunga, yakni memperbesar pemberian subsidi untuk skema 1 bagi industri TPT besar sebanyak Rp350 miliar dan skema 2 bagi industri TPT kecil sekitar Rp50 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 3184 kali