13 Februari 2008
PT BlueScope Sinergi Dengan Krakatau Steel

PENAMBAHAN kapasitas produksi pabrik baja BlueScope Indonesia ditujukan untuk memproduksi jenis baja untuk konstruksi perumahan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada naiknya permintaan baja untuk konstruksi perumahan.

"Pasar Indonesia telah menunjukan kemajuan yang tinggi untuk sektor perumahan, bahkan sektor industri komersial," kata Presiden BlueScope Indonesia dan Malaysia, Rob Crawford dalam peresmian perluasan pabrik di Cilegon Banten, kemarin.

Sehingga produk yang dihasilkan dari perluasan usaha ini akan difokuskan pada produk jenis baja lapis yang memiliki ketebalan tipis yaitu antara 0,2 mm hingga 0,4 mm yang umum dipakai untuk kebutuhan pembangunan perumahan.

"Fasilitas baru dari investasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi juga dalam hal skala produksi, untuk memberi dukungan bagi konsumen terhadap baja lapis yang ringan dan berkualitas," ujarnya.

Dari hasil penambahan kapasitas ini, rencananya BlueScope hanya akan memasarkan di pasar dalam negeri. Mengingat kebutuhan baja di Indonesia saat ini cukup tinggi, khususnya baja lapis.

"Kita akan fokuskan 100 persen di pasar domestik Indonesia, karena kebutuhannya tinggi," kata Managing Director and CEO BlueScope Steel Limited, Paul O'Malley.

Ditambahkannya, pihaknya akan melanjutkan komitmen dan keyakinan BlueScope Steel untuk pasar Indonesia yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia. "Kami menanamkan investasi yang besar di Indonesia, setelah Australia dan Amerika Serikat (AS)," kata Paul.

Ia mengatakan, saat ini permintaan produk Bluescope tersebut tidak sepenuhnya mampu dipasok dari produksi perusahaan itu di Indonesia, sehingga sekitar 35 persen dari permintaan domestik masih diimpor dari negara lain seperti Vietnam dan Malaysia.
"Akan lebih baik produk yang dijual diproduksi di sini, karena bisa meningkatkan keuntungan," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, alasan penambahan kapasitas pabrik di Indonesia dilakukan lantaran jika menggunakan produk impor untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia, pihaknya hams mengeluarkan biaya transportasi dan lain-lain yang menekan keuntungan.

Oleh karena itu, penambahan kapasitas produksi tersebut didedikasikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Saat ini kebutuhan bahan baku perusahaan yaitu baja lembaran dingin (CRC) masih dipasok dari PT Krakatau Steel (PT KS).

Ditargetkan, pada 2008 pendapatan PT Bluescope Steel Indonesia meningkat sekitar 50 persen dari tahun lalu yang mencapai sekitar 160 juta dolar AS.

Menurut catatan, saat beroperasi secara penuh, tambahan produksi total untuk baja lapis metal diperkirakan sebesar 130.000 ton per tahun dan tambahan untuk lapis warna sebesar 100.000 ton per tahun. Kapasitas saat ini (MCL1) lini lapis metal (pertahun) 100.000 ton, dan untuk lapis warna (per tahun) sekitar 40.000 ton.

Menteri Perindustrian, Fahmi Idris yang hadir pada acara ini mengharapkan, perluasan pabrik tersebut menyerap tenaga kerja dari daerah sekitar dan menggunakan bahan baku dari dalam negeri guna meningkat nilai tambah bagi Indonesia. "Produksi tersebut juga diharapkan bisa memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri di samping ekspor," kata Fahmi.
REN

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 20 

 Dilihat : 2695 kali