12 Februari 2008
Diupayakan, Bea Nol Persen untuk HRC

Antisipasi Kelangkaan Baja Dalam Negeri INDUSTRI baja di dalam negeri mendapat perhatian dari pemerintah. Ini, memang salah satu strategi untuk mengantisipasi kelangkaan baja di dalam negeri dan untuk mempertahankan stabilitas harga baja, mengingat konsumsi baja dari tahun ke tahun terus meningkat.

Misalnya saja, salah satu langkah yang ditempuh Departemen Perindustrian, yang tengah mengupayakan pemberlakuan bea masuk nol persen untuk hot rolled coil (HRC) atau baja canai panas dengan ketebalan di bawah 2 mm. Sebab, regulasi ini, sudah habis masa berlakunya sejak 7 Februari 2008.

Direktur Logam Departemen Perindustrian Putu Suryawirawan mengungkapkan, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.85/PMK. 11/2007 tentang pembebasan tarif bea masuk baja canai panas yang berlaku hanya enam bulan. Dia mengungkapkan, baru-baru ini, pihaknya sudah membahas soal perpanjangan aturan ini dengan kalangan industri bersama PT Krakatau Steel (KS) dan Essar Indonesia (EI).

"Kami sepakat untuk memenuhi balian baku EI sesuai dengan kebutuhan atas kesepakatan kedua belah pihak,"ungkap Putu seraya menambahkan, sejauh ini semuanya akan berjalan lancar sehingga kesepakatan tersebut bisa teralisasi secepatnya. "Kalau bisa malah minggu ini juga," tandasnya.

Bila ini tercapai, maka peraturan Menteri Keuangan tersebut, tidak perlu diperpanjang lagi. Dia menjelaskan, sebelumnya Peraturan Menteri itu, diterbitkan untuk mengantisispasi mahalnya harga HRC.

"Dulu yang meminta EI, sebab mereka berpendapat bahwa kalau bea masuk tidak dibebaskan dihawutirkan harga baja HRC akan mahal masuk ke Indonesia," paparnya.

Dirinya berharap, dengan pemberlakukan aturan bea masuk nol persen, kalangan industri terutama produsen baja nasional, bisa lebih nyaman dan lebih produktif, khususnya baja canai panas dengan ketebalan di bawah 2 mm.

"Harapannya, produktifitas naik, harga stabil, dan permintaan terpenuhi, terutama untuk kebutuhan dalam negeri. Jadi kalangan industri tidak usah khawatir," pungkasnya, (lil)

Sumber : Indo Pos, Page : 21 

 

 Dilihat : 3508 kali