12 Februari 2008
Bank BUMN Ambil Bagian

PELAN tapi pasti sinergi ahtarBUMN mulai dilakukan. Sinergi terbaru yang dilakukan, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman seminggu lalu. Dalam acara yang disaksikan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil ini, ditandatangani kerja sama bidang perbankan dan pembiayaan.

Nota kesepahaman di bidang perbankan ditandatangani PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kerja sama BRI dengan KAI menyangkut kerja sama penyediaan fasilitas cash manajement, penyaluran kredit kepada golongan berpenghasilan tetap dan kredit kepemilikan rumah bagi karyawan KAI.

Sedangkan di bidang pembiayaan, ditandatangani nota kesepahaman antara BRI dengan PT Industri Kereta Api (Inka) untuk mendukung kebutuhan dana Inka. "Sekarang kami melakukan penjajakan dengan BRI. Kami diikutsertakan dalam kerja sama dengan KAI. Kami mendapatkan bagian down payment dari KAI, sisanya kami akan dapat modal kerja dari BRI," kata Direktur Utama (Dirut) Inka Roos Diatmoko.

Roos menjelaskan, pemesanan yang akan diterima dari KAI seluruhnya berjumlah Rp300-32O miliar. Sebanyak Rp 106 miliar sudah ditandatangani untuk 130 gerbong batu bara, sedangkan kerja sama yang ditandatangani ini mencakup 10 kereta kelas Argo. "Untuk upgrade dan penyehatan masing

masing ada 27 kereta Taksaka dan Gajayana. Untuk penyehatan ada 42 ban kereta Anggrek, Gumarang, dan Turangga. Untuk gerbong barang ada 70 gerbong tangki, 38 gerbong container dan 20 kereta bagasi," katanya.

Selain itu, BRI juga mengucurkan kredit investasi kepada PTPN VTI, XI dan XIV untuk mendukung prografn revitalisasi gula nasional yang saat ini sedang bergulir.

Kepada PTPN VII. BRI mengucurkan kredit sebesar Rp324 miliar, PTPN XI sebesar Rp637 miliar dan pada PTPN XIV melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebesar Rp 128 miliar. "Hal ini terkait dengan penunjukan BRI sebagai bank koordinator dalam rangka mendukung program revitalisasi gula nasional yang sedang bergulir," ujar Direktur Hubungan Lembaga dan BUMN BRI, Asmawi Syam di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, jangka waktu kredit ini selama tujuh sampai sepuluh tahun. Namun, jika pun ada keterlambatan, nantinya tidak akan dikenakan penalti, karena belum ada penarikan dana.

Di kesempatan yang sama, KAI menandatangani nota kesepahaman dengan PT Krakatau Steel (KS). Sedangkan kerja sama dengan KS, rencananya akan dilakukan dalam bidang angkutan dan jual beli besi tua dengan harga yang bagus. Sebagai perusahaan kereta api, KAI memiliki banyak sekali besi tua yang bisa dimanfaatkan KS.

Perusahaan Patungan Sebelumnya, kerja sama antar BUMN juga hendak diwujudkan dengan mendirikan perusahaan patungan. KAI,PT Semen Gresik dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) direncanakan akan membentuk perusahaan bersama (joint company). Perusahaan patungan ini bertujuan untuk mengangkut produk semen dan batubara.

"Selain itu bertujuan untuk menyinergikan BUMN. Bagi KAI sendiri, ini berguna untuk pengembangan bisnis. Bagi PLN ada keuntungan dalam masalah transportasi batu bara," kata Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan KAI, Bambang Wibianto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nantinya, kata dia, perusahaan ini akan membangun jaringan kereta api (KA) dari Suralaya ke Merak untuk menekan biaya pengangkutan. Ini adalah kerja sama yang dilakukan dengan PLN. Sedangkan dengan Semen Gresik, perusahaan ini akan mengangkut produksi semen yang dihasilkan oleh Semen Gresik ke wilayah pemasaran perseroan. "Tetapi rencana ini masih relatif awal," katanya.

Dia mengaku belum mengetahui kapan perusahaan ini akan terealisasi. "Kami harapkan segera, belum ada rencana yang pasti, tergantung tim bersama yang akan bertemu dalam minggu ini. Begitu juga dengan konsultan dan jumlah dana yang digunakan untuk membentuk perusahaan ini," ujarnya.
rn Tussie Ayu Riekasapti

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 27 

 Dilihat : 3038 kali