12 Februari 2008
Menyinergikan BUMN

MENNEG BUMN Sofyan Djalil pernah berujar, tidak maksimalnya kinerja BUMN selama ini lebih disebabkan BUMN tidak melakukan sinergi atau kerjasama, sehingga kalah bersaing dengan swasta. "Semangat BUMN adalah melakukan kerjasama nyata dan memberikan nilai tambah. Jika ada yang menghambat nilai tambah tersebut harus disingkirkan," katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut dia, regulasi dalam satu sisi terkadang tidak memberikan nilai tambah bagi pengembangan BUMN. Dia mencontohkan, jajaran direksi kerap terlambat dalam mengambil keputusan akibat peraturan.

Hal ini, mengacu pada peraturan Menneg BUMN yang mengatur pembentukan dan penunjukan jajaran direksi anak perusahaan BUMN. Direksi di holding tidak mengambil keputusan karena khawatir dituduh melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Alasan tersebut dapat dipahami asal penunjukkan jajaran direksi anak perusahaan dilakukan dengan menerapkan good corporate governance (GCG). "Cost dari regulasi itu yang penting netral dan mengakomodasi," ujarnya.

Sebagai langkah nyata dari sinergi itu, saat itu Sofyan meminta kerja sama antara PT Bukit Asam (PTBA) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam rangka angkutan batu bara dari Muara Enim ke Tanjung Karang Sumatera Selatan (Sumsel) segera direalisasikan. "Paling tidak sebulan rampung. Kerja sama itu akan meningkatkan daya angkut batu bara di atas 10 juta ton per tahun," kata dia menegaskan.

Dalam perkembangannya PT BA dan KAI ahirnya bekerja sama, kemudian dilakukan kerja sama KAI dengan PT Krakatau Steel (KS) Bagaimanapun, kata Sofyan, kerja sama antara PTBA dan KAI dapat meningkatkan daya angkut batu bara di Muara Enim ke Tanjung Karang hingga dua kali lipat. Kapasitas produksi dan cadangan batu bara yang dimiliki PTBA selama ini hampir mencapai dua miliar ton.

Dia mengatakan, peningkatan kerja sama angkutan batu bara milik PTBA tanpa harus menunggu penyelesaian pembangunan (double track) rel ganda. Rendahnya daya angkut batu bara harus diatasi dengan sinergi nilai tambah antarperusahaan BUMN.

Kerja sama lain yakni mencarikan order angkutan kapal untuk PT Djakarta Lloyd. "Jika PT BA memberikan order kepada Djakarta Lloyd untuk mengangkut batu bara, maka akan memberikan nilai tambah," ungkapnya.

Pemanfaatan kapal-kapal milik Djakarta Lloyd akan membantu pengangkutan pasokan batu bara kepada sejumlah unit pembangkit listrik milik PLN. "Dengan begitu PLN akan menambah 30 juta menjadi 70 juta," ujar dia.
Wahyu Utomo

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 26 

 

 Dilihat : 3635 kali