11 Februari 2008
PAL siap produksi 2 korvet senilai US$530 juta

Bisnis Indonesia SURABAYA: PT PAL Indonesia (Persero) menyanggupi produksi dua korvet yang dibutuhkan oleh Departemen Pertahanan senilai US$530 juta dengan menggandeng sejumlah BUMN industri strategis.

BUMN strategis itu antara lain PT Pindad, PT LEN, PT Inti, PT Dirgantara Indonesia, guna memproduksi korvet yang dibutuhkan TNI AL.

Direktur Utama PAL Indonesia Harsusanto mengatakan perseroan telah membentuk divisi program korvet nasional yang dipersiapkan khusus mewujudkan produksi korvet di dalam negeri untuk pertama kali.

"Kami sangat serius dan telah mempresentasikan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [dalam raker Dephan pada 4 Februari di Jakarta], bahwa perseroan bersama BUMN industri strategis lainnya mampu merampungkan pembuatan dua korvet akhir 2009 bila disediakan dana US$530 juta pada triwulan I tahun ini," ujarnya akhir pekan lalu.

Dia mengatakan kesiapan tersebut terkait dengan upaya pemerintah mencanangkan pembuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di dalam negeri. Presiden dalam berbagai kesempatan menyatakan pentingnya pemenuhan alutsista, termasuk korvet, dengan memberdayakan industri lokal.

PAL sejauh ini belum pernah membuat korvet, tetapi BUMN tersebut berulangkali memproduksi berbagai jenis kapal pertahanan dan patroli, selain memperbaiki kapal perang buatan luar negeri.

Harsusanto menambahkan pemerintah merencanakan pembualan dua unit korvet di dalam negeri, di mana alutsista sebanyak itu membutuhkan dana US$530 juta.

"Program korvet nasional itu perlu didukung payung hukum, dan Depkeu perlu menggodok skema pendanaannya agar bank lokal bisa mengucurkan dana kredit," tuturnya.

Menurut Harsusanto, beberapa BUMN industri strategis yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing akan dilibatkan dalam pembuatan korvet seperti PT Pindad sebagai produsen senjata, PT Inti yang bergerak pada sistem telekomunikasi, PT Krakatau Steel, Fr DI, PT LEN dan lainnya. (k22J

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 3435 kali