08 Februari 2008
Kereta Api pasok besi bekas ke Krakatau Steel

JAKARTA: PT Kereta Api akan memasok kebutuhan besi bekas PT Krakatau Steel (KS). Pada tahap awal, BUMN yang bergerak di sektor transportasi itu akan memasok sebanyak 12.000 ton atau senilai Rp48 miliar.

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam penandatanganan MoU (memorandum of understanding) sinergi BUMN yang diadakan Bank BRI di Jakarta, Selasa.
Direktur Logistik Krakatau Steel Yerry mengatakan kerja sama antara Krakatau Steel dan Kereta Api merupakan tindak lanjut di bidang angkutan baja untuk didisribusikan ke daerah Jawa dan Sumatra.

Menurut dia, perseroan sebenarnya lebih memilih besi bekas (scrap) dari dalam negeri karena lebih murah. Namun, saat ini pasokan dari dalam negeri justru sangat kecil."Krakatau Steel selama ini. menggantungkan kebutuhan bahan baku pada impor, karena pasokan dari dalam negeri belum bisa diandalkan," ujar Yerry kepada Bisnis kemarin.

Dia menjelaskan kebutuhan scrap setiap tahun rata-rata 400.000 ton atau sekitar 30% dari kebutuhan bahan baku industri baja perseroan, sedang
kan pasokan dari dalam negeri berkisar 10%-15%. Oleh sebab itu', lanjut dia, Krakatau Steel selalu mengimpor besi bekas dari Australia dan beberapa negara di wilayah Eropa, karena produksi scrap negara tersebut cukup besar.
Manajemen Krakatau Steel, berharap bisa menggunakan besi bekas dari dalam negeri, karena harganya masih kompetitif.

"Namun, karena tingkat konsumsi besi dan baja di Indonesia masih kecil, besi bekas yang dihasilkan juga sangat minim." Yerry mengatakan besi bekas yang dihasilkan KA rencananya akan dibeli perseroan sekitar Rp.3.000 per kgRp4.000 per kg. Dengan diasumsikan tahap awal kerja sama mencapai 12.000 ton, maka dana yang diraup Rp48 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 4015 kali