06 Februari 2008
Krakatau Steel akan emisi obligasi US$100 juta

JAKARTA: PT Krakatau Steel akan menerbitkan obligasi sebesar US$100 juta pertengahan tahun ini untuk membiayai tahap awal program revitalisasi mesin dan teknologi dengan total kebutuhan US$200 juta.

Perusahaan ini memperkirakan proses penerbitan obligasi bisa dimulai awal bulan depan. Sisa dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi akan ditutupi dari pinjaman ataupun pembiayaan kembali (refinancing) setelah proses penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) tahun depan.

Total kebutuhan dana revitalisasi PT Krakatau Steel mengalami kenaikan 53% menjadi US$200 juta dibandingkan dengan perkiraan akhir tahun lalu sebesar US$130 juta.

Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan tahap awal revitalisasi mulai dilakukan tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2010.

"Akan ada penerbitan obligasi ataupun pinjaman untuk mendanai proyek revitalisasi dengan total kebutuhan US$200 juta. Sudah ada penawaan pinjaman dari bank lokal maupun asing," ujarnya, kemarin.

IPO sendiri dilakukan tahun depan dengan melepas sekitar 15%-20% dari komposisi saham yang ada. Fazwar menyatakan belum ada kepastian akan melakukan pinjaman pada tahun ini ataupun tahun depan.

Rencana revitalisasi, lanjutnya, menyangkut pergantian alat produksi yaitu seperangkat alat pada unit iron making, unit steel making, dan rolling mill membeli peralatan baru dari Eropa.

Dia menjelaskan pergantian peralatan lama dengan yang baru akan memperbaiki kualitas produksi dan menambah efisiensi energi, salah satu contohnya dengan mesin baru maka output rolling bisa mencapai 400.000 ton per tahun.

"Kami menargetkan revitalisasi akan mampu mendongkrak penjualan hingga Rp25 triliun," ujarnya. Fazwar memaparkan target penjualan Krakatau Steel tahun ini sebesar Rp 18 triliun atau naik 20% dibandingkan dengan penjualan 2007 sebesar Rp15 triliun. Setelah revitalisasi maka kenaikan penjualan akan mencapai 38%.

Untuk meningkatkan penjualan, lanjutnya, Krakatau Steel sudah menjalin kerja sama dengan PT Antam dalam membangun sebuah pabrik Besi Spons di Kalimantan Selatan. Nilai investasi yang dikeluarkan sebesar US$50 juta.
"Tahun ini proses pengerjaannya mulai dilakukan, minimal pemasangan pondasi (ground braking)," ujarnya. Masih ada BUMN lain yang berencana mengeluarkan obligasi sebelum pertengahan tahun ini, yaitu PLN dan PT KA.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : F2 

 

 Dilihat : 2963 kali