06 Februari 2008
Krakatau Steel Jajaki Obligasi US$ 90 Juta

JAKARTA. PT Krakatau Steel bakal mempunyai hajatan besar. Maklum, pemerintah telah memasukkan produsen baja terbesar di Indonesia ini dalam daftar program privatisasi 2008.

Fazwar Bujang, Direktur Utama Krakatau Steel menyatakan, sebelum menawarkan 15%-20% sahamnya ke publik lewat initial public offering (IPO), pendanaannya punya sederet rencana. Yang paling besar adalah melakukan revitalisasi mesin pabrik. Agar rencananya mulus, tahun ini, Krakatau Steel telah menganggarkan dana hingga US$ 200 juta. Dari jumlah itu, sekitar US$ 60 juta berasal dari kas internal dan US$ 140 juta sisanya dari utang. "Kami akan kombinasikan antara pinjaman bank dan obligasi," katanya, kemarin.

Saat ini, Krakatau Steel sedang menjajaki untuk menerbitkan obligasi dolar senilai US$ 80 jutaUS$ 90 juta. Fazwar bilang, surat utang itu akan terbit sebelum semester 1 2008 berakhir. Maklum, Krakatau Steel tengah bernegosiasi dengan sejumlah kontraktor asing yang akan menyediakan mesin-mesin pabrik. Proses ini akan rampung sekitar pertengahan tahun ini. "Sebelum itu, kepastian dana pembelian mesin harus sudah ada," imbuh Fazwar. Asal tahu saja, saat ini, produksi baja Krakatau Steel mencapai 1,8 juta ton per tahun.

Seiring modernisasi pabrik, manajemen meramal, angka ini akan naik 33,3% menjadi 2,4 juta ton tahun ini. Akibatnya, pendapatan perusahaan ini di 2008 bisa tembus Rp 1,5 triliun per bulan. Fazwar juga memastikan bahwa perusahaannya akan memilih mekanisme IPO dalam priva tisasi. Meskipun, sejumlan perusahaan baja seperti Essar Grup, Arcelor Mittal, Samsung, dan Tata Steel sudah menyatakan berminat membeli saham Krakatau Steel. "Kami tidak akan melepas saham kepada strategic partners," tegasnya. Sayang, proses IPO itu baru terlaksana tahun depan. Sebab, Krakatau Steel masih harus menggenjot nilai perusahaan. Khusus tahun ini, Krakatau Steel baru akan menjadi perusahaan publik tak tercatat yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Kata Fazwar, Krakatau Steel akan memakai dana IPO untuk membayar obligasi dan pinjaman bank. "Jadi kami tidak terbebani bunga," katanya. Ewo Raswa

Sumber : Harian Kontan, Page : 4

 Dilihat : 3995 kali