04 Februari 2008
Bakrie Bentuk Induk Usaha Infrastruktur dan Baja

JAKARTA-PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) segera membentuk dua perusahaan subholding guna menaungi bisnis sejumlah anak usaha pada infrastruktur dan pipa baja. Restrukturisasi itu sebagai salah satu strategi perseroan menjadi perusahaan induk investasi strategis.

Bakrie & Brothers berencana mendirikan perusahaan subholding bernama PT Bakrie Steel Industries. Namun, untuk infrastruktur, seperti jalan tol dan pembangkit listrik perseroan belum menentukan namanya. sampai saat ini masih pakai nama PT Bakrie Corrugated Metal Industry," kata Direktur Bakrie & Brothers Juliandus Tobing kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Juliandus mengatakan, perseroan kini masih menggodok struktur kedua perusahaan subholding tersebut. Beberapa anak usaha yang akan dimasukkan ke Bakrie Steel, yakni Bakrie Corrugated Metal Industry, PT Seamless Pipe Indonesia Jaya, PT Bakrie Pipe Industries, PT Bakrie Construction, PT South East Asia Pipe Industries, PT Bakrie Building Industries, dan PT Bakrie Tosanjaya.

Dia menjelaskan, status PT Bakrie Building (bahan material) dan PT Tosanjaya (komponen otomotif) belum diputuskan. Pembentukan induk infrastruktur dan baja ini bakal rampung sejalan dengan akuisisi 35% saham PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk 40%, dan PT Bakrieland Development Tbk 40% pada Maret 2008. Untuk bisnis telekomunikasi, Bakrie & Brothers memiliki PT Bakrie Telecom Tbk dan PT Bakrie Communications.

Masuk Bursa Ketika ditanya apakah Bakrie Steel dan Bakrie Infrastruktur berniat masuk bursa, Juliandus mengatakan, perse, rpajp belum membahas hal itu. "Masih terlalu dini untuk bicara rencana IPO, karena kami masih fokus pembentukan Bakrie & Brothers sebagai strategic investment," jelas dia.

Bakrie & Brothers sebagai perusahaan induk investasi strategis nantinya mengontrol segala kegiatan subholding. Setelah itu, subholding akan berinvestasi kepada anak usaha lainnya dan mengoordinasikan kegiatan operasional. Perusahaan subholding juga berfungsi sebagai pengawas operasi dan penyetor dividen serta pajak ke perusahaan induk.

BNI Securities dalam laporan risetnya belum lama ini memperkirakan, pendapatan perseroan pada akhir 2007 bisa mencapai Rp 5,63 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan periode tahun lalu 2006, Rp 4,33 triliun

Sumber : Investor Daily Indonesia

 Dilihat : 5656 kali