04 Februari 2008
Krakatau Steel Inves Rp 3,68 T dan tidak ingin ketinggalan momen pertumbuhan industri galangan kapal nasional

Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan pelat baja ukuran besar kini banyak dibutuhkan, terutama untuk industri galangan kapal. Namun, KS saat ini hanya bisa membuat baja gulung (hot rolled coil) yang kemudian dipres menjadi lembaran ukuran dua meter. "Baja ukuran dua meter ternyata tidak cukup untuk membuat kapal besar," ujarnya di Jakarta Sabtu (2/1).

Dalam pembuatan kapal besar, terutama untuk tongkang batu bara dan lainnya, setidaknya dibutuhkan lembaran pelat baja 3,5 meter hingga 5 meter. Selain itu, ketebalan pelat baja harus di atas 20 milimeter, atau maksimal 80 milimeter. Untuk itu, pihaknya akan membangun pabrik khusus yang memproduksi baja bukan gulungan. "Kita bangun pabrik plate mill (baja lembaran) dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun," ungkapnya.
Dengan lembaran baja panjang itu, pembuatan kapal tidak banyak memerlukan pengelasan sehingga menghemat biaya produksi. Di lingkup industri galangan kapal Batam saja, tahun lalu setidaknya membutuhkan 600 ribu ton. Dari jumlah itu, Krakatau Steel baru bisa menyuplai 10 persen. Selebihnya diimpor langsung dari Singapura. "Di Indonesia hanya PT Gunung Garuda yang memproduksi pelat ukuran 3,5 meter," tambahnya.
Krakatau Steel mencatat keuntungan Rp 363 miliar (unaudited) dengan penjualan USD 1,5 miliar selama 2007. Tahun ini, KS menargetkan perolehan laba Rp 433 miliar dengan penjualan USD 2 miliar. Perseroan juga berencana melakukan initial public offering (IPO) pada 2009. "IPO kita harapkan dimulai awal 2009,"jelasnya, (wir/oki)

Sumber : Indo Pos, Page : 21 

 

 Dilihat : 3834 kali