04 Februari 2008
Chinalco & Alcoa Beli Saham Rio Rp 129 Triliun

Bloomberg SHANGHAI. Jangan menantang China, sebab negara ini sedang kaya raya. Seharusnya, BHP Billiton Ltd. mempertimbangkan hal itu sebelum mengumumkan rencana mengakuisisi Grup Rio Tinto secara paksa (hostile take over) akhir tahun lalu. Kini, BHP harus menghadapi "serangan balik" China. Kamis (31/1), Aluminum Corp of China (Chinalco) dan Alcoa Inc. telah membeli 9% saham Grup Rio Tinto senilai US$ 14 miliar atau Rp 129 triliun.

Sekedar mengingatkan, 8 November 2007 lalu, BHP mengajukan penawaran untuk membeli seluruh saham Rio. Awalnya, BHP menawarkan harga US$ 128 miliar dan kemudian meningkatkannya menjadi US$ 150 miliar. Desember lalu, manajemen dan pemegang saham Rio memang telah menolak pinangan itu. Namun, BHP masih memiliki waktu hingga 6 Februari mendatang untuk mengajukan penawaran lagi.

Pasokan China terancam Nah, pemerintah China melihat langkah kuda BHP ini sebagai ancaman yari^ serius. Sebab, jika berhasil mengakuisisi Rio, BHP akan menjelma menjadi perusahaan aluminium dan batubara terbesar di dunia. BHP juga menguasai sepertiga pasokan bijih besi di dunia. Kekuatan sebesar ini jelas mengancam pasokan bijih besi, aluminium, maupun batubara ke China. Padahal, ekonomi China yang tumbuh 11,4% di 2007 lalu sangat membutuhkan semua bahan baku itu.

Karena itulah, melalui anak perusahaannya, Shining Prospect, Chinalco membeli 12% saham Rio Tinto yang tercatat di bursa saham London Kamis lalu. Jika dikonversi menjadi saham Grup Rio Tinto, saham ini setara sekitar 9%. Alcoa menyumbangkan dana US$ 1,2 miliar dalam pembelian ini.

Buat Chinalco, dana bukanlah masalah. Sebab, sebagai pegang saham Chinalco, Pemerintan China pasti akan memberikan dukungan. "Yang jelas, mereka ingin terlibat dalam diskusi tentang masa depan perusahaan ini," ujar Jamis Withwall, Mana
jer Investasi Baker Steel Capital LLP di London.

Secara resmi, Chinalco sendiri tidak menyatakan bahwa pembelian saham Rio itu merupakan upaya untuk menahan laju BHP. Menurut manajemen, ini hanya investasi saja. "Investasi kami ini merupakan bagian dari strategi untuk mengembangkan perusahaan tambang yang lengkap," ujar Xiao Yaqing, President Chinalco.

Lantas, apa kepentingan Alcoa dalam transaksi ini? "Aliansi dengan Chinalco merupakan langkah paling mudah bagi Alcoa untuk memperkuat posisinya," ujar Leo Larkin, analis Strandards & Poor's di New York. Asal tahu saja, Juli 2007, Rio Tinto mengalahkan Alcoa dalam persaingan untuk mengakuisisi Alcan Inc, perusahaan tambang asal Kanada. Sejak itu, harga saham Alcoa telah merosot sebesar 21%.

Sumber : Harian Kontan, Page : 12 

 Dilihat : 3621 kali