02 Februari 2008
Krakatau Steel dan BSI Lakukan Ekspansi

JAKARTA(MI): Dua produsen baja yakni PT Krakatau Steel (KS) dan PT Bluescope Steel Indonesia (BSI) merealisasikan ekspansi usaha mereka berupa pembangunan fasilitas pabrik baru di kawasan Cilegon, Banten, mulai tahun ini. Total investasi ekspansi usaha itu sebesar US$533 juta (sekitar Rp 4,95 triliun).

Ekspansi tersebut didorong oleh kian bergairahnya industri baja saat ini. Hal itu dipicu oleh harga baja dunia yang terus naik dan permintaan pasar yang semakin tinggi.

Dalam ekspansi itu, PT Krakatau Steel bersiap membangun lima fasilitas produksi hulu baja senilai US$420 juta. Proyek tersebut akan dibangun di kawasan industri baja Cilegon, Banten, dan satu fasilitas produksi iron making di Kalimantan Selatan.Ekspansi yang sama juga dijalankan oleh produsen baja yang berbasis di Australia, PT Bluescope Steel Indonesia, yang memproduksi zincalume sebagai bahan dasar pembuatan kompor gas satu mata tungku, dinding, atap, dan rangka baja.

Perusahaan itu akan membangun fasilitas pelapisan metal di Cilegon yang saat ini berkapasitas 100 ribu ton per tahun. Di Indonesia, BSI merupakan produsen tunggal yang menghasilkan baja lapis dan baja lapis berwarna dengan kandungan zinc (seng) dan aluminium.
Ekspansi senilai US$113 juta itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 300%.Sementara itu, line produksi lain, yakni baja lapis warna, kapasitasnya juga akan ditambah dari sekitar 55 ribu ton menjadi 160 ribu ton per tahun.

Dirut KS Fazwar Bujang menjelaskan kelima fasilitas produksi yang segera dibangun KS antara lain fasilitas mini blast furnace (peleburan baja) berkapasitas 500 ribu ton per tahun dan fasilitas medium blast furnace yang menghasilkan slab sekitar 1 juta ton.
"Kepastian kedua proyek itu akan ditetapkan pada Mei nanti," papar Fazwar di Jakarta, kemarin.PT KS juga akan merevitalisasi fasilitas hot strip mill (HSM). Revitalisasi fasilitas HSM diperkirakan tuntas pada 2009.

Proyek revitalisasi tersebut akan menunjang perseroan dalam mengoptimalkan produksi pelat baja agar mampu memproduksi baja berketebalan 60 mm dan lebar 3,5 meter. Saat ini, KS hanya mampu menghasilkan pelat baja koil dan lembaran berketebalan 20 mm dan lebar maksimal 2 meter.

Sementara itu, President Bluescope Steel Indonesia dan Malaysia Rob Crawford menjelaskan ekspansi Bluescope yang dinamai Badak Project itu akan dimulai Februari 2008. Perusahaan menargetkan proyek pembangunan tersebut selesai pada 2009. "Pembangunan konstruksi pertama kami lakukan pada 12 Februari 2008," tulis Crawford dalam suratnya kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris.

Presiden Bluescope Steel Coated Indonesia Sulfianda Soeleiman menambahkan perusahaannya akan tetap memfokuskan diri di pasar domestik ditunjang dengan rencana penambahan kapasitas baja lapis metal tersebut. (Zhi/X-11)

Sumber : Media Indonesia, Page : 15 

 

 Dilihat : 3088 kali