01 Februari 2008
Krakatau Steel Tambah Investasi Lebih Dari USD400 Juta

JAKARTA (SINDO)-PT Krakatau Steel(KS)akan menambah investasi sebesar USD400 juta untuk meningkatkan kapasitasdi industri baja hulu. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan kapasitas baja di hulu dan hilir yang sekarang dinilai masih berat sebelah.

Dalamjangka pendek kami akan merealisasikan kontrak penandatanganan revitalisasi dan modernisasi hulu dan hilir dengan total investasi di atas USD400 juta," kata Direktur Utama KS Fazwar Bujang seusai penandatanganan supply agreement antara KS dengan PT Blue Scope Indonesia di Jakarta kemarin.

Fazwar menjelaskan, ketidakimbangan kapasitas hulu dan hilir saat ini berpotensi menimbulkan defisit pasokan produk baja hilir seperti slab dan billet. Hal itu juga memaksa KS mengimpor kedua produk itu dalamjumlah cukup besar. Proyek investasi KS di industri baja hulu tersebut meliputi pembangunan pabrik pengolahan bijih besi (iron making) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2010 dan mampu menghasilkan 8OO.OOOton besi spon, produk tersebut kemudian akan dikirim ke pabrik peleburan baja milik KS di Cilegon, Banten.

Pembangunan akan pabrik pengolahan bijih besi tersebut akan mulai dilakukan April tahun ini. Nilai investasi pabrik di Kalsel itu, kata dia, sekitar USD50-60 juta. Selanjutnya, dengan bertambahnya pasokan besi spon dari pabrik tersebut, KS berencana membangun dua unit pabrik peleburan baja atau mini blast furnace(MBF) masing-masing berkapasitas 500.000 ton dan 1 juta ton slab dan billet. Fazwar tidak menyebut nilai investasi pembangunan kedua pabrik tersebut.

"Yang pasti bila ini semua nanti terealisasi maka kami bisa mengurangi impor produk seperti slab dan billet. Ini sangat mendesak karena harga slab dan billet di pasar dunia sudah sangat mahal. Apalagi China juga menerapkan pungutan ekspor 15% untuk produk slab dan billet," ujarnya.
Sambil menunggu proyek itu terealisasi, KS tetap akan meningkatkan produksi slab dan billet dengan memaksimalkan pemakaian bahan baku scrap alias besi bekas, sehingga akan ada tambahan pasokan sebanyak 200.000 ton. Selain memperbesar pasokansslab dan billet, KS juga berencana meningkatkan kapasitas produksi pabrik hot strip Mill/(HSM) yang sudah ada, sehingga menghasilkan pelat baja dari 2 juta ton menjadi 2,4 juta ton. Langkah itu diambil untuk menyinergikan keberadaan pabrik MBF.

Fazwar menambahkan, saat ini ketergantungan KS terhadap impor slab dan billet cukup tinggi, yakni 33-35%. Ketergantungan terhadap impor itu, kata dia, melemahkan daya saing KS di dalam negeri.." Kalau impor itu dikurangi maka KS bisa menghemat USD50-1OOperton. Di masa lalu ketimpangan itu belum sebesar sekarang. Pokoknya, sekarang perusahaan baja yang memproduksi besi beton tetapi biletnya impor itu akan berat kalau tidak dari hulu. Idealnya, walaupun masih sedikit, perusahaan baja punya tambang sendiri, "tuturnya, (agung kurniawan)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 20 

 

 Dilihat : 2855 kali