01 Februari 2008
Proyek US$ 400 Juta Agar Tidak Bergantung pada Impor

JAKARTA. PT Krakatau Steel (KS) akan menggeber sejumlah proyek investasi dalam jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas di industri baja hulu. Langkah itu mereka tempuh guna menyeimbangkan kapasitas baja di hulu dan hilir.

Kapasitas hulu dan hilir yang tidak imbang itu berpotensi menimbulkan defisit pasokan produk baja hilir, seperti slab dan billet. Akibatnya, selama ini KS terpaksa mengimpor dua produk baja hilir itu dalam jumlah cukup besar. "Kami akan merealisasikan kontrak revitalisasi dan modernisasi hulu dan hilir. Total investasi di atas US$ 400 juta," kata Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang, Kamis (31/1) kemarin.

Fazwar menjelaskan, proyek investasi KS di industri baja hulu meliputi pembangunan pabrik pengolahan bijih besi (iron making) di Kalimantan Selatan. KS menargetkan proyek ini selesai pada 2010.

Harapannya, unit pengolahan baru nanti mampu menghasilkan 300.000 ton besi spon untuk dikirim ke pabrik peleburan baja milik KS di Cilegon, Banten. Nilai investasi pabrik itu sebesar US$ 50 juta hingga US$ 60 juta.

Seiring bertambahnya pasokan besi spon, KS juga berencana membangun dua unit pabrik peleburan baja atau mini blast furnace (MBF) masing-masing berkapasitas 500.000 ton dan 1juta ton slab dan billet. "Ini sangat mendesak karena harga slab dan billet di pasar dunia sangat mahal. Apalagi China juga menerapkan pungutan ekspor 15%," papar Fazwar.

Fazwar menambahkan, saat ini ketergantungan KS terhadap impor slab dan billet mencapai 33%-35%. "Kalau impor dikurangi, KS bisa menghemat US$ 50-US$ 100 per ton," paparnya.

Sambil menunggu proyek-proyek itu terealisasi, KS tetap akan meningkatkan produksi stab dan billet dengan memaksimalkan pemakaian bahan baku scrap alias besi bekas yang mampu menambah pasokan hingga 200.000 ton.

Terakhir, KS juga berencana meningkatkan kapasitas produksi pabrik hot strip mill (HSM), dari semula menghasilkan plat baja sebanyak 2 juta ton menjadi 2,4 juta ton.
Havid Vebri

Sumber : Harian Kontan, Page : 14 

 

 Dilihat : 2844 kali