31 Januari 2008
Pengalihan Industri Baja ke Kalsel Bisa Tekan Harga

SURABAYA - Pengalihan konsentrasi pengembangan industri baja dari Cilegon, Jawa Barat (Jabar), ke Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan akan mampu menekan harga baja di Indonesia. Pasalnya, industri baja akan lebih dekat dengan sumber bahan baku dan energi.

"Kalimantan Selatan memiliki ' kandungan bijih besi yang baik serta batubara yang cukup," ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris di sela peresmian National Ship Design and Engineering Center (NaSDEC) di ITS Selasa (29/1).

Pemindahan pengembangan industri baja di Kalsel ini sudah dilakukan sejak 2007 melalui PT Krakatau Steel dan satu industri swasta.Untuk mengembangkan industri baja di Kalsel, lanjut Fahmi, pemerintah dan swasta masing-masing telah mengucurkan dana sebanyak US$ 2 juta.

 Sementara itu, secara nasional sumbangsih industri manufaktur termasuk baja sebesar 26% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. Itu lebih besar dari sumbangan industri Migas yang hanya 2%-3%.

"Diharapkan pada 2009 nanti industri manufaktur dapat menyumbang 30%-32% PDB Indonesia," terangnya.
Ia menambahkan, kebutuhan baja nasional per tahun mencapai 4,5 juta 5 juta ton. (ros)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 22

 

 Dilihat : 2675 kali