31 Januari 2008
Produsen Tabung Patah Arang, Minta Harga Naik

JAKARTA. Gara-gara harga baja melonjak tinggi, para pemenang tender Pertamina untuk pengadaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilo, hingga kini enggan memproduksi tabung. Padahal, Pertamina sudah mengirimkan Surat Perintah Kerja (SPK) agar mereka segera membuatnya.

Alih-alih berproduksi, sebanyak 20 pemenang tender tabung untuk 2008 itu, malah merespon SPK dengan meminta Pertamina mengevaluasi kembali harga tabung. "Kami semua sudah mendapat SPK tapi belum berani berproduksi. Sebab estimasi harga baja saat tender itu masih mengacu harga baja 2007. Padahal, sekarang harga baja sudah sangat tinggi," keluh Andi Nugraha, General Manager PT Wijaya Karya Tbk, peserta tender tabung, Rabu (30/1).

Bila Pertamina tak segera merespon keinginan produsen, maka pengadaan delapan juta tabung pada tahun ini bisa molor lagi. Andi bilang, dalam tender 2008 itu, harga tabung per unit hanya Rp 90.000. Harga tabung sebesar itu masih berdasarkan pada asumsi harga bahan baku baja canai panas SG-295 (kapsul tabung) sebesar Rp 6.000 per kilo dan SPH (pegangan dan kaki tabung) sebesar Rp 7.000 per kilo.

Padahal, saat ini PT Krakatau Steel resmi menetapkan harga kedua jenis bahan tabung itu masing-masing Rp 8.200 per kilo dan Rp 7.500 per kilo. "Kondisi inilah yang memaksa kami untuk negosiasi kembali dengan Pertamina. Tidak mungkin kami tetap berproduksi kalau harga tabungnya masih Rp 90.000 per unit," ujar Andi. Para pemenang tender tersebut sudah mengajukan harga baru ke Pertamina, yakni sebesar Rp 105.000 per tabung.

Direktur Industri Logam Depperin, I Putu Surya Wirawan mengatakan, agar pengadaan tabung tahun ini berjalan lancar, Pertamina harus secepatnya mengeluarkan kebijakan baru harga tabung seperti yang diinginkan produsen.

"Mau tak mau Pertamina memang harus menaikkan harga tabung. Kami sudah memfasilitasi pertemuan antara produsen dan Pertamina. Nah, soal ini sekarang sedang dibahas di internal Pertamina," kata Putu Surya Wirawan.

Direktur Utama Pertamina Arie H. Soemarno mengaku tak tahu detail soal permintaan pemenang tender tabung tersebut. "Pada prinsipnya, kami tidak ingin merugikan orang lain. Sebaliknya, Pertamina juga tidak ingin rugi. Kami lihat dulu, kontraknya seperti apa," papar Arie, kepada KONTAN, semalam.

Sumber : Havid Vebri, Ruisa Khoiriyah Harian Kontan, Page : 1

 Dilihat : 3378 kali