31 Januari 2008
BlueScope bangun lini produksi baru US$113 juta

JAKARTA: PT Blue Scope Steel Indonesia, produsen baja asal Australia, merealisasikan penambahan lini produksi baru pada Februari 2008. Nilai investasi proyek tersebut sebesar US$113 juta.

Ekspansi itu bertujuan meningkatkan produksi pabrik BlueScope di Cilegon, Banten, tiga kali lipat dari kapasitas saat ini 100.000 ton zinc aluminium per tahun menjadi 300.000 ton per tahun.

Perluasan usaha itu direncanakan selesai akhir 2009. Ekspansi BlueScope yang disebut dengan Badak Project akan dimulai dengan pembangunan konstruksi pertama (ground breaking) pada 12 Februari 2008. Perusahaan itu telah menyampaikan surat resmi kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada 27 Januari.

Presiden PT Bluescope Steel Indonesia dan Malaysia Rob Crawford menyatakan penambahan kapasitas produksi merupakan bukti nyata bahwa perseroan masih memiliki komitmen besar terhadap iklim usaha di Indonesia. "Kami yakin pemerintah Indonesia akan mendukung keberlanjutan investasi asing di negeri ini," tulisnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, realisasi Badak Project tersebut sempat tertunda tahun lalu karena Bluescope Steel Ltd, perusahaan induk PT BlueScope Steel Indonesia, telah berinvestasi di beberapa negara.

Faktor lainnya adalah perusahaan baja tersebut harus melakukan kajian mendalam mengenai potensi pasar di Indonesia, meskipun dalam lima tahun terakhir permintaan baja meningkat 10%-20% per tahun.

Bluescope Steel Indonesia merupakan produsen tunggal yang menghasilkan baja lapis dan baja lapis berwarna dengan kandungan zinc (seng) dan aluminium.

Bluescope mendapat pasokan bahan baku berupa baja canai dingin (cold rolled coil/CRC) 90% dari PT Krakatau Steel. Sisanya 10% diimpor dari Australia, karena perseroan membutuhkan lapisan baja yang sangat tipis dan sulit diperoleh di pasar lokal.

Blue Scope Steel Indonesia juga harus mengimpor seng dan aluminium dari Australia, Korea Selatan, dan Jepang karena belum dapat diproduksi di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1994 dan mulai produksi di Cilegon sejak 1995. Namun, perseroan terus melakukan improvisasi agar baja lapis seng dan aluminium tidak cepat kusam akibat polutan.

Improved zincalume steel (IZS) merupakan produk hasil inovasi terbaru yang terus dikembangkan perseroan. IZS merupakan generasi terbaru dari zincaluminum coating (BLS/baja lapis seng) yang telah hadir lebih dahulu.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T6

 

 Dilihat : 3861 kali