30 Januari 2008
Industri Baja Diarahkan Pindah ke Kalsel

SURABAYA, KOMPAS  Industri baja yang selama ini berpusat di Cilegon, Banten, diarahkan untuk dipindahkan ke Kalimantan Selatan. Pemindahan lokasi sebagai upaya efisiensi produksi karena lebih dekat untuk mendapatkan balian baku alam dan energi.

Dengan demikian, harga baja dapat ditekan sehingga tidak memberatkan industri yang menggunakan baja. Baja yang merupakan komponen penting bagi industri perkapalan harganya terus meningkat seiring pertumbuhan permintaan kapal kapal baru. Kondisi di tingkat internasional itu memengaruhi industri di dalam negeri. Oleh karena itu, Departemen Perindustrian mendorong agar industriindustri itu saling bersinergi. "Pemindahan ke Kalimantan Selatan (Kalsel) dilakukan mulai tahun ini, termasuk oleh Krakatau Steel," ungkap Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Selasa (29/1), seusai meresmikan Gedung Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Fahmi Idris mengatakan, daerah daerah di Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung industri baja. Demikian pula dengan ketersediaan energi. Industri baja diharapkan mampu mendukung kebutuhan industri perkapalan yang terus berkembang.

Ia mengingatkan, potensi galangan kapal di Indonesia sangat besar, tetapi masih perlu dioptimalkan. Saat ini sedikitnya 250 galangan kapal terdapat di Indonesia dan memiliki total nilai investasi mendekati satu miliar dollar AS."Padahal, sampai 2009 permintaan kapal masih tinggi, di
perkirakan naik 44 persen dibandingkan dengan tahun 2004," ujar Fahmi. (BKI:)

 


 

 Dilihat : 4590 kali