29 Januari 2008
8 Anak usaha BUMN siap IPO

JAKARTA: Pemerintah berencana melego delapan anak perusahaan BUMN ke bursa saham, seiring dengan program privatisasi 2008 melalui penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) 13 perusahaan milik negara.

Sumber Bisnis mengatakan sebenarnya rencana privatisasi anak perusahaan BUMN sudah direncanakan berlangsung pada periode 2006 dan 2007, tetapi tidak dapat direalisasikan. Rencana IPO anak perusahaan BUMN yang sudah berjalan adalah PT Elnusa yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina. "Kalau Komite Privatisasi menyetujui privatisasi anak perusahaan BUMN, rencana ini akan dilaksanakan pada tahun ini," ujarnya kemarin.

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil ketika dikonfirmasi tidak menjelaskan secara detail. "Tentunya kami bicarakan dulu dengan Komite Privatisasi dan DPR dulu," ujarnya.

Sujumiuh anak perusahaan BUMN bahkan sudah menggelar persiapan untuk masuk ke bursa. KHI Pipe Industries, anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS), telah menunjuk PT Danatama Makmur sebagai penjamin peder writer) emisi 32,5% saham perseroan guna meraup dana Rp118 miliar.

Jumlah saham yang ditawarkan KHI sebesar 40,25% dari total kepemilikan. Jumlahnya mencapai satu miliar saham dengan perkiraan harga Rp105-Rp115 per saham. Selain itu, disertai juga dengan 200 juta waran I. KS menguasai 97,72% saham KHI dan selebihnya dimiliki oleh PT Indhsana.

Selain itu, anak perusahaan KS lainnya yaitu PT Pelat Timah Nusantara (Luuuusaj, berencana ruenawarkun 33% saham ke bursa untuk meraup Tak terealisasi Anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu PT Indonesia Power berencana melepas 10% sahamnya ke pasar modal sejak 2006.

Namun, rencana IPO itu tak kunjung terealisasi terkait dengan rencana pemerintah merealisasikan program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW. Pada program tahunan privatisasi 200, Kementerian BUMN akan melepas sahamnya di 34 perusahaan.

Sejumlah nama BUMN yang masuk daftar privatisasi tambahan a.l. PT Boma Bisma Indra, PT Dok Kodja Bahari, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT Industri Kapal Indonesia, PT Industri Kereta Api, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Kertas Kraft.

Sebagian saham PT Kimia Farma Tbk dijadwalkan dilepas melalui penawaran umum kedua, sedangkan PT Indofarma Tbk dijual kepada investor strategis. Pemerintah juga berencana melego saham PT Virama Karya kepada PT Adhi Karya Tbk, sedangkan saham PI Yodya Karya bakal dijual kepada Fr Wijaya Karya Tbk.

Saham di PT Brantas Abipraya, PT Istaka Karya, dan PT Indah Karya akan dialihkan kepada PT Pembangunan Perumahan, sedangkan saham PT Indra Karya dialihkan kepada IT liu tamu Karya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B2 

 Dilihat : 4085 kali