28 Januari 2008
SWASTA BOLEH IMPOR ELPIJI & TABUNG 3 KG

JAKARTA (Pos Kota)Dalam keadaan tertentu, pemerintah memperbolehkan perusahaan lain di luar Pertamina mengimpor gas elpiji dan tabung 3 Kg, asal memenuhi syarat standarisasi.

Pada peraturan No. 1/MDag/Per/1/2008 tanggal 21 Januari 2008, Mendag Mari Elka Pangestu menjelaskan pemerintah bisa menunjuk perusahaan lain di luar importir yang sudah ditunjuk. Penunjukkan untuk mengimpor gas elpiji dan tabung 3 Kg untuk menjamin ketersediaan kebutuhan di dalam negeri.

Perusahaan yang ingin mengimpor gas elpiji atau tabung 3 Kg harus memenuhi persyaratan di antaranya mengajukan permohonan tertulis kepada menteri perdagangan melalui dirjen perdagangan luar negeri, dilengkapi angka pengenal impor, nomor pokok wajib pajak (NPWP), nomor induk kepabeanan dan dokumen izin usaha niaga umum elpiji. Selain itu ada rekomendasi dari Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, jika ingin mengimpor gas elpiji. Atau rekomendasi dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian kalau ingin mengimpor tabung gas 3 Kg.Importir yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PERPANJANGAN IZIN Sebelumnya Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal kepada Pos Kota, mengungkap akan mengimpor empat juta tabung gas 3 Kg.

Dari rencana itu, Pertamina pada Januari ini mengimpor satu juta tabung gas 3 Kg sesuai kesanggupan dua pabrik tabung di Thailand. Sisanya menyusul."Kami sudah mengirim surat ke menteri perindustrian agar perpanjang izin impor tabung yang habis masa berlakunya pada akhir Januari ini," jelasnya.

Dirjen Industri Logam, Mesin dan Aneka Deperind Anshari Bukhari ketika dikonfirmasi Pos Kota, menegaskan salah alamat jika Pertamina minta pgrpari'" jangan izin impor tabung gas 3 Kg ke menteri perindustrian."Yang berhak memberi izin perpanjangan bukan menteri perindustrian, tapi menteri perdagangan," cetusnya.

Dia juga meminta Pertamina konsisten dengan apa yang sudah disepakati industri di dalam negeri. "Industri dalam negeri sudah menyatakan sanggup memasok tabung, kenapa Pertamina masih ngotot mengimpor," katanya, (setiawan/nk/t)

 

 Dilihat : 4619 kali