28 Januari 2008
Harian Kontan, Page : 4

JAKARTA: Pemerintah disarankan memprioritaskan penjualan saham BUMN di bidang usaha perkebunan karena kedua sektor itu dinilai sedang diminati investor saat ini.

Hal tersebut disampaikan I Jirektur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra terkait dengan rencana pemerintah untuk melepas 10 BUMN ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) pada tahun ini.

Kementerian BUMN pekan lalu mengundang Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities untuk meminta masukan terkait dengan program privatisasi BUMN.

Menurut dia, sebaiknya rencana IPO itu dilakukan dengan melihat fundamental perusahaan yang sesuai dengan kondisi pasar. "Kalau mau didahulukan kira-kira yang sesuai dengan kondisi market, seperti natural resources atau plantation karena kedua sektor usaha itu sedang diminati investor asing saat ini," tuturnya kepada Bisnis pekan lalu.

Meski begitu, dia mengimbau rencana IPO sebaiknya ditunda hingga triwulan II tahun ini karena pasar sedang bergejolak. "Sekarang pasar sedang tidak stabil karana kekhawatiran terhadap cerita subprime mortgage masih berlanjut."

Dari 37 BUMN yang akan diprivatisasi pada sepanjang 2008, terdapat 10 BUMN yang akan dilepas dengan menggunakan metode IPO antara lain Fr Asuransi Jasa Indonesia, PT Bank Tabungan Nasional, PT Krakatau Steel, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, VII.

Menurut rencana, IPO tersebut akan dimintakan persetujuan DPR pada kuartal 1/2008 dengan harapan segera mungkin penjualan saham itu bisa dilaksanakan.

Fundamental Di sisi lain, analis Indo Premier Securities Arianto Reksoprodjo menilai rencana pele pasan saham sejumlah BUMN tidak seharusnya berpatokan pada sektor usaha sebab yang paling penting dalam pelepasan saham adalah fundamental perusahaan yang akan dilepas.

"Jika berpegang pada sektor, maka pergerakannya susah. Yang paling pokok adalah kinerja baik. BUMN atau bukan kalau kinerjanya tidak terlalu bagus juga tidak akan diminati masyarakat," tuturnya.

Jika dilihat dari sektor, ujarnya, saat ini masyarakat meminati sektor perkebunan, energi seperti batu bara, dan minyak, dan sektor infrastruktur. "Tetapi siapa yang akan dilepas terlebih dahulu itu sepenuhnya tergantung pada kinerja masing-masing."

Selain kinerja, katanya, kesiapan dari perusahaan BUMN adalah hal yang paling penting sebab faktor kondisi pasar akan menentukan siap dan tidaknya perusahaan yang akan dilepas.

Arianto menambahkan sisi sektor hanya akan lebih bei dampak pada persoalan harga. "Sektor yang bagus berpotensi pada pertumbuhan, pertumbuhan tinggi akan ikut memengaruhi penjualan sehingga memengaruhi laba bersih dan valuasi,"jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B1 

 Dilihat : 3640 kali