28 Januari 2008
Bidik IPO BUMN, Jamsostek Siapkan Rp 2 T

JAKARTA. Pemerintah masih menggodok pelepasansaham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lewat bursa tahun ini. Tapi, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sudah bersiap memborong saham-saham BUMN yang bakal dilepas melalui penawaran perdana atau initial public offering (IPO).

Perusahaan asuransi terbesar di Indonesia ini mengaku sedang mengincar saham empat BUMN, yaitu PT Elnusa Tbk, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Krakatau Steel. Sebagai awalan, bahkan, Jamsostek telah mengajukan penawaran dalam IPO 1,46 miliar saham Elnusa yang dibanderol di harga Rp 400 per saham.

Asal tahu saja, Krakatau Steel akan melepas 40% sahamnya dalam IPO. Sedangkan Waskita melepas 30% saham. Sementara, Adhi Karya melepas 15% saham lewat penerbitan saham baru (rights issue). "Kami sudah ketinggalan di IPO PT Wyaya Karya Tbk (WIKA). Jangan sampai sekarang ketinggalan lagi," kata Hotbonar Sinaga, Presiden Direktur Jamsostek.kepada KONTAN, kemarin (27/1). Hotbonar menilai, investasi saham-saham BUMN relatif lebih aman ketimbang di saham-saham perusahaan swasta.

Tapi, manajemen Jamsostek belum menentukan investasi di saham ketiga BUMN yang terakhir itu. Sebab, mereka masih menunggu keputusan akhir pemerintah. Maklum, jumlah saham yang akan dilepas masih bisa berubah. Apalagi, pemerintah menyiapkan opsi penjualan langsung (strategic sales) 15% saham Krakatau Steel. Sementara, Hotbonar memastikan bahwa Jamsostek tak .akan membeli saham BUMN yang dilepas lewat strategic sales.

Agar niatnya berjalan mulus, Jamsotek telah menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun, khusus untuk membeli saham-saham BUMN. Duit itu merupakan bagian dari seluruh alokasi investasi saham Jamsostek yang mencapai Rp 13 triliun.

Asai tahu saja, tahun ini, perusahaan asuransi tni telah mengalokasikan dana investasi lebih dari Rp 60 triliun. Rinciannya, investasi di saham sekitar Rp 13 triliun dan investasi di obligasi Rp 31 triliun lebih. Selain itu, masih ada investasi reksadana Rp 3,4 triliun, properti Rp 998 miliar, penyertaan Rp 2,2 triliun, serta deposito Rp 16 triliun.


Sumber : Harian Kontan, Page : 4

 Dilihat : 3261 kali