25 Januari 2008
Empat Perusahaan Baja Global Ancam Adukan KADI ke WTO

JAKARTA: Sedikitnya empat produsen baja internasional dari Thailand dan Rusia yang terkena sanksi bea masuk antidumping (BMAD) oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), mengancam akan memerkarakan keputusan KADI ke Badan Penyelesaian Sengketa WTO.

Kuasa hukum lima produsen baja dari Thailand dan Rusia A. Setiadi mengatakan keempat produsen tersebut dua di antaranya dari Thailand yaknk Steel Ltd dan Nakornthai Strip Mill Public Co Ltd. Sementara itu, dua perusahaan baja Rusia yakni JSC Severstal dan Novolipetsk Steel.
Berdasarkan catatan Bisnis,eksportir/produsen Thailand itu masing-masing dikenakan  BMAD 7,52% untuk G Steel Ltd dan 12,78% bagi Nakornthai Strip Mill Public Co Ltd. Sementara itu, dua produsen Rusia yakni JSC Severstal dan Novolipetsk Steel dikenakan masing-masing 5,58% dan 8,96%.

Gugatan ke WTO, kata dia, tetap akan ditempuh karena keputusan sanksi BM antidumping KADI yang telah dikeluarkan pada 19 Desember 2007 tidak berdasarkan pada prosedur investigasi dan fakta yang benar. Sebagai informasi, pengesahan akhir keputusan penetapan BMAD tersebut sedang dimatangkan Departemen Keuangan.

Ancaman gugatan tersebut akan tetap ditempuh karena dari sisi hukum, Setiadi melanjutkan, pemerintah Indonesia tidak memiliki sebuah lembaga otoritas tertinggi terkait dengan mekanisme penyelesaian banding setelah sanksi tersebut ditetapkan KADI.

"Poinnya, kalau perkara ini tidak segera ditindaklanjuti, kami akan tetap adukan ke WTO. Bahkan saat ini India, melalui Essar Ltd juga menyatakan keberatan yang sama," kata dia saat dikonfirmasi.

Sebab, berdasarkan Pasal 13 Antidumping Agreement yang dikeluarkan WTO, papar dia, pemerintah seharusnya berkewajiban membentuk badan yudisial dan administratif untuk mereview berbagai keberatan dari keputusan yang dibuat oleh KADI sebagai lembaga investigative authority.

"Kalau KADI sudah memutuskan, lantas di dalam negeri siapa yang mereview keputusan KADI? Tidak ada. Keputusan pengadilan negeri saja masih bisa dilakukan banding ke pengadilan tinggi. Ini mengindikasikan bahwa vonis yang dibuat pengadilan negeri ada kemungkinan salah," katanya.

Upaya negosiasi Namun, sebelum mengajukan perkara ke WTO, ungkap nya, pihaknya saat ini masih mengupayakan negosiasi Gto-G.Dua produsen tersebut, lanjut dia, telah melayangkan surat ke Departemen Perdagangan Thailand menyusul keberatan mereka atas sanksi yang dibuat KADI.

"Suratnya kami layangkan ke Ministry of Commerce Thailand pada 17 Januari. Selanjutnya Mendag Thailand akan mencoba berunding dengan Mendag RI. Pada intinya, kedua produsen itu keberatan atas beberapa hal seperti soal kalkulasi dumping yang ditetapkan KADI," ujarnya.

Menanggapi rencana gugatan sejumlah produsen baja internasional, Ketua KADI Halida Miljani mengatakan siap berhadapan dengan para penggugat karena KADI telah melaksanakan seluruh proses inisiasi dumping berdasarkan aturan prosedur yang benar.

Prosedur tersebut di antaranya dengan mempertimbangkan berbagai data, fakta, dan kuesioner yang dikirimkan kepada para eksportir/produsen, sehingga keputusan tersebut sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.

"Tidak ada revisi mengenai keputusan ini. Kalau ternyata ada gugatan atas keputusan pemerintah, silakan ke Dispute Settlement Body di WTO. KADI siap dan berani menghadapinya karena kami sudah melaksanakan tugasnya pada jalur yang benar," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T6 

 

 Dilihat : 4587 kali