25 Januari 2008
Privatisasi BUMN Triwulan II Kredit bermasalah di BNI semakin kecil.

Jakarta | Jurnal Nasional MENTERI Negara (Menneg) BUMN, Sofyan Djalil berharap bisa melakukan privatisasi BUMN pada triwulan II tahun 2008 selanjutnya jadwal privatisasi akan diatur sedemikian rupa agar tidak tabrakan satu sama lain."Privatisasi bukan wajib, yang wajib adalah bagaimana bisa memberdayakan BUMN.

Kalau privatisasi bisa memberdayakan BUMN,itu menjadi wajib. Kalau kondisi pasar sedang buruk dan harga saham menajadi jelek kami tidak akan privatisasi, tetapi kami akan cari investor strategis supaya mereka masuk kuasi kapital, kuasi equity," katanya usai rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (24/1).

Menurut dia, ada lebih dari 30 BUMN yang sudah disetujui pemerintah untuk diprivatisasi. Namun dia belum menyebutkan jumlah pastinya, karena masih harus diperbaiki redaksional keputusannya dan menunggu penandatanganan resmi serta persetujuan DPR.Dalam RDP yang dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Dirut PT BNI Sigit Pramono, Dirut PT Jasamarga, Frans Sunito dan Dirut PT Wijaya Karya, Aloysius Sutjipto ini, Menneg BUMN juga menjelaskan rencana perusahaan yang akan diprivatisasi tahun ini.

Saham BUMN yang akan dilepas oleh pemerintah adalah PT Krakatau Steel, BTN, BNI, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahtera Adiguna, PT Barata Indonesia, PT Djakarta Llyod, PT Perkapalan Surabaya, PT Industri Perkapalan Makassar, PT Industri Kereta Api (Inka), PT Industri Sandang, PT Inti, PT Kertas Kraft, PT Rukindo, PTPN III, IV dan VII, PT Sarana Karya, PT Birama Karya, PT Sentra Karya, PT Waskita Karya, PT Kodya Karya, PT Dok Perkapalan Koja Bahari, PT Sucofindo, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Surveyor Indonesia, PT Adhi Karya, PT Rekayasa Industri, PT Kawasan Industri Medan, PT Semen Kupang, PT Industri Makassar dan PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma.
BUMN yang akan dilepas ini merupakan hasil dari rapat Tim Komite Privatisasi yang dipimpin Menko Perekonomian Rabu malam lalu dan hari ini pemerintah meminta persetujuan DPR untuk proses privatisasi ini.

Saham BNI Dijual 20 Persen Pemerintah, kata Menneg BUMN juga akan meningkatkan penawaran penjualan saham PT BNI Tbk menjadi 20 persen kepada investor strategis dari rencana semula 10 persen. Investor itu akan diberikan satu kursi direksi. "Kami akan jual 20 persen kepada investor strategis melalui mekanisme block sales," ujarnya.

Pemerintah memberi syarat bagi investor itu, investor harus memiliki syarat tertentu yang akan ditentukan oleh pemerintah dalam waktu yang akan datang. "Mereka harus eligible dengan kriteria tertentu yang kita tentukan nanti," katanya.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 5 

 

 Dilihat : 2911 kali