25 Januari 2008
Setelah IPO, KS dilego kepada pemodal strategis

JAKARTA: Kementerian negara BUMN akan menjual maksimal 15% saham PT Krakatau Steel (KS) ke investor strategis setelah penawaran umum perdana (initial public offering/lPO).

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan maksimal 40% saham KS akan dilepas melalui dua skema yakni IPO dan kepada investor strategis. Namun, IPO segera direalisasikan setelah pasar saham mulai stabil untuk menghindari penjualan dengan harga rendah.

Hasil penjualan saham tersebut akan digunakan untuk menggenjot kapasitas produksi KS yang saat ini hanya sekitar 2,2 juta ton. "Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan investasi guna meningkatkan kapasitas produksi KS yang optimalnya 4 juta ton baja untuk bisa diserap pasar dalam negeri," ujarnya dalam rapat kerja dengan anggota Komisi XI, kemarin.

Selain menawarkan saham ke publik, dia menuturkan pemerintah akan menjual maksimal 15% saham KS pada pemodal strategis. Tahun ini, pemerintah akan melepas 30 BUMN dalam program tahun privatisasi (PTP) 2008.

BUMN yang akan dilego tersebut a.l PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara, PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia dan PT Waskita Karya.

Selain itu, Bahtera Adiguna, Barata Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, PT Boma Bisma Indra, PT Dok Kodja Bahari, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT Industri Kapal Indonesia, dan PT Industri Kereta Api. Selain itu, PT Dirgantara Indonesia, PT Kertas Kraft, PT INTI, Virama Karya, Semen Kupang, Yodya Karya, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Makasar, Wijaya Karya (Semarang), PT SIER, PT Rekayasa Industri, dan Kawasan Berikat Nusantara juga akan dijual.

Kementerian BUMN akan melibatkan perusahaan Sekuritas BUMN maupun swasta menjadi penjamin pelaksana emisi atau konsultan Carry over Sofyan menambahkan selain rencana privatisasi 30 BUMN baru, pemerintah juga akan menyelesaikan rencana privatisasi BUMN yang tertunda pada 2007.

Beberapa rencana privatisasi yang tertunda tahun 2007 antara lain Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, dan Industri Gelas. "Kami berencana melepas sejumlah saham Garuda Indonesia kepada investor strategis," katanya.

Dia berencana mulai menggelar privatisasi BUMN pada kuartal II tahun ini. "Tentunya perlu waktu yang tepat sehingga persetujuan dari Komite Privatisasi dan DPR adalah payung hukum bagi pelepasan saham BUMN. Nantinya pelepasan saham BUMN dilakukan pada waktu yang tepat."

Dia menuturkan pada Februari Kementerian BUMN akan mengusulkan nama-nama BUMN yang akan diprivatisasi ke BUMN. "Maret setelah beberapa kali pertemuan dengan DPR kami harapkan bisa dituntaskan."

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B1 

 

 Dilihat : 3020 kali