24 Januari 2008
Kenaikan Harga Material Lebihi Prediksi Investor

JAKARTA Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fathurochman mengatakan kenaikan harga bahan bangunan yang terjadi belakangan ini jauh di atas prediksi rencana bisnis para investor jalan tol. Investor umumnya hanya memperhitungkan kenaikan 67 persen setahun.

"Semua anggota ATI sedang menghitung dampak kenaikan itu. Sebab, kenaikan itu di atas prediksi," kata Fathurochman di Jakarta beberapa waktu lalu. Kenaikan harga bahan bangunan yang sangat terasa adalah baja. Harga baja canai panas (hot rolled coil) dunia mencapai US$
800 per ton.ATI akan terus memantau perkembangan harga baja. "Akan stop atau terus naik," kata Fathurochman.

Karena harga bijih besi yang belum jelas, Krakatau Steel tak bisa melayani permintaan pabrik dan pedagang hingga 2-3 bulan mendatang. Selain baja, harga besi bekas atau scrap juga naik signifikan menjadi US$ 500 per ton.

Menurut Fathurochman, infrastruktur yang akan terkena dampak terbesar dari kenaikan harga baja adalah struktur jembatan dan jalan layang. "Struktur at grade (di atas tanah) tak seberapa," ujarnya. Bila harga bahan bangunan masih Hak terkendali, ATT akan mengusulkan pemerintah agar meninjau ulang kelayakan proyek.

Di sektor properti, Real Estate Indonesia (REI) akan mengusulkan kenaikan harga rumah sederhana sehat menjadi Rp 56-57 juta dari harga saat ini Rp 49 juta.Ketua Umum REI Teguh Satria mengatakan, "Inflasi dan harga-harga naik cukup signifikan."

Selain besi, harga semen di beberapa daerah, seperti di Pekanbaru, sempat menyentuh Rp 58 ribu dari harga normal Rp 40 ribu per sak.
rieka rahadiam

Sumber : Koran Tempo, Page : B3 

 

 Dilihat : 3002 kali