23 Januari 2008
Kenaikan Harga Baja Masih Dikaji

Jakarta | Jurnal Nasional MENTERI Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy'ari, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengkajian dalam mengantisipasi adanya kemungkinan kenaikan harga baja dalam beberapa bulan ke depan agar tidak berimbas pada kenaikan harga sejumlah properti seperti rumah dan apartemen.

"Hal itu sedang didiskusikan di departemen dan kita perlu membentuk satu tim khusus untuk membahas hal tersebut dan melakukan sejumlah perhitungan sebelum memutuskan naik atau tidaknya harga baja," ujar Menpera yang ditemui seusai melantik pejabat eselon I Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Selasa (22/01), di Jakarta.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga jual seluruh segmen properti ikut naik seiring dengan meningkatnya (harga baja yang merupakan salah satu komponen penting selain semen dan kayu.

Akan tetapi, menurutnya, kenaikan harga baja sebenarnya tidak akan terlalu memberikan dampak besar bagi harga beli .properti. , Pertama karena tidak semua suplier menaikkan harga dan bagi yang menaikkan tentu persentasenya tidak sama," jelasnya.

Deputi Bidang Perumahan Formal Deparlemen Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif, ikut mendukung pernyataan Yusuf. Menurutnya, baja bukanlah satu-satunya komponen yang memiliki andil besar dalam naiknya harga properti. "Sebagian besar komponen-komponen yang harganya naik itu terkait dengan kenaikan BBM, Tetapi kenaikannya juga bisa dipengaruhi oleh misalnya, komponen harga tanah, komponen infrastruktur, biaya administrasi dan birokrasi serta dari pengembang," ujarnya.

Zulfi memaparkan dalam pembangunan rumah susun (rusun) misalnya, komponen baja yang digunakan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kayu. Selain itu, masyarakat saat ini memiliki selera masing-masing dalam memutuskan membeli suatu properti.
Suci Dia ji Hayati

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 9

 

 Dilihat : 3548 kali