23 Januari 2008
Kenaikan Harga Baja Pengaruhi Infrastruktur

JAKARTA Biaya proyek infrastruktur pemerintah diperkirakan bakal membengkak seiring dengan kenaikan harga baja di pasar internasional. Kenaikan biaya infrastruktur akan berlangsung hingga tahun depan.

Ketua Asosiasi Pengecoran Logam Ahmad Safiun menyatakan proyek infrastruktur, seperti jalan raya dan pelabuhan, akan menyerap banyak baja. "Otomatis biaya infrastruktur pemerintah akan naik signifikan," katanya. Menurut Safiun, kenaikan harga tersebut akan berdampak pada kenaikan bahan baku lainnya.

Menurut dia, harga logam untuk pengecoran saat ini sebesar US$ 700 per ton. Padahal bulan lalu harga logam berkisar US$ 350-400 per ton. Selain itu, kata Safiun, harga besi bekas (scrap) naik drastis. Dua bulan lalu harga besi bekas sekitar Rp 2.200 per kilogram. "Sekarang Rp 5.000 per kilogram," ujarnya.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, jika industri sudah tak mampu lagi menanggung biaya baja, pemerintah akan memberlakukan kebijakan fiskal. Kebijakan itu bertujuan untuk menurunkan harga. ""Bisa berupa penurunan bea masuk atau pembebasan pajak," katanya.

Menurut Fahmi, kenaikan harga baja bukan karena berkurangnya pasokan. Tapi lebih disebabkan oleh tren kenaikan harga fluktuatif.
"Sehingga untuk proyek pemerintah tak akan ada masalah dengan pasokan," katanya.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim menyatakan pihaknya sudah mendapat komitmen bijih besi, bahan baku baja, hingga Juni mendatang. "Kontrak jangka panjang untuk lima tahun sudah berjalan dua tahun," ujarnya. Impor biji besi Krakatau sebanyak 3 juta ton per tahun.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, meski terjadi kenaikan harga bahan. baku proyek infrastruktur, pemerintah belum berencana menambah anggaran. "Kami harap tidak ada (eskalasi)," katanya.

Sumber : Koran Tempo, Page : B2

 

 Dilihat : 6013 kali