22 Januari 2008
Pertamina Ngebet Impor Tabung Elpiji

JAKARTA. PT. Pertamina (Persero) akhirnya tak tahan mengimpor tabung elpiji. Kuatnya tekad itu lantaran ada rencana dari produsen bahan baku yang akan menaikkan harga jual plat baja hingga sebesar 30%.

Tahun ini saja, kebutuhan tabung untuk 12,5 juta Kepala Keluarga (KK) target konversi minyak tanah ke elpiji, mencapai 25 juta unit. Sedangkan industri dalam negeri paling banter baru mampu menyediakan 18,5 juta tabung, atau kurang sebesar 6,5 juta tabung. "Solusi satu-satunya adalah impor," kata Hanung Budya, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina di Jakarta, Senin (21/01).
Asal tahu saja, PT Krakatau ' Steel berencana menaikkan harga plat baja hingga 30%. Kenaikan harga bahan baku tabung ini tak bisa dihindarkan menyusul melonjaknya banderol produk baja hulu atawa baja canai panas (hot rolled coite/HRC) yang harganya US$ 800 per ton. Produsen tabung lokal sempat meminta Krakatau Steel agar kenaikan harga bahan baku tidak melebihi angka 10%. Namun, Krakatau Steel sulit memenuhi permintaan itu.

Hanung menjelaskan pada prinsipnya Pertamina mendukung industri dalam negeri. Namun Pertamina juga tak mau jika target yang sudah dipatok dalam program konversi jadi berantakan karena masalah tabung. Kemungkinan besar perusahaan minyak milik negara ini akan mengimpor tabung elpiji dari China, Taiwan, dan juga dari Thailand.

"Namun, itupun,tergantung kami dapat izin atau tidak dari pemerintah," ujar Wakil Direktur Pertamina lin Arifin Takhyan. Untuk memenuhi kebutuhan 12,5 juta KK, Pertamina butuh 1.181.520 metrik ton gas. Pasokan sebanyak itulah yang akan mengganti gerojokan minyak tanah sebanyak 2.013.476 kiloliter.
Ruisa Khoiriyah

Sumber :  Harian Kontan, Page : 13 

 

 Dilihat : 2515 kali