22 Januari 2008
PRIVATISASI BUMN

Lagi, Saham 12 BUMN Dilego Lewat Bursa JAKARTA. Akhirnya, pemerintah bersedia membuka rencana privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di 2008. Yang menarik, tahun ini, pemerintah berniat menjual sahamnya di 12. perusahaan pelat merah lewat penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).

Sofyan A. Djalil, Menteri Negara BUMN menyatakan, sekitar 37 perusahaan sudah pasti masuk dalam usulan Program Privatisasi Tahunan (PTP) 2008. "Bulan depan akan kami bahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat," katanya, kemarin.

Sayang, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu enggan membeberkan nama nama BUMN yang bakal melantai di bursa tahun ini. Tapi, berdasarkan data yang diperoleh KONTAN, tak kurang ada 12 BUMN yang bakal menggelar IPO tahun ini.

Mereka adalah PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Bank Tabungan Negara, PT Krakatau Steel, PT Semen Batu Raja, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII. Ada pula PT Rekayasa Industri, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. Dalam IPO, pemerintah akan melego rata-rata 30 % saham miliknya kepada investor publik.

Selain itu, dua perusahaan, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menerbitkan saham baru (rights issue) senilai masing-masing Rp 600 miliar dan Rp 340 miliar.

Pemerintah juga berniat melakukan divestasi'lanjutan di PT Bank BNI Tbk (BBNI) dengan melepas 10 % sahamnya secara langsung (block sales). Saham itu terdiri dari saham hasil opsi penjatahan lebih (greejishoe) pada divestasi BNI tahun 2007 lalu dan saham baru.

Sementara itu, pemerintah akan menjual saham 22 perusahaan BUMN lainnya kepada investor strategis (strategic sales) secara langsung. Pilihan lain, perintah akan merestrukturisasi perusahaan-perusahaan itu dengan merger atau akuisisi oleh BUMN yang lebih besar.

BUMN yang akan dilepas lewat strategic sales antara lain PT INTI, PT Industri Sandang, PT Djakarta Lloyd, dan PT Sarana Karya. Sedangkan PT Indofarma Tbk (INAF) harus rela merger atau diakuisisi oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk membentuk induk BUMN farmasi.

PT Yodya Karya akan diakuisisi PT Wyaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Virama Karya diambil PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Adapun PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membeli PT Bahtera Adiguna dan PT Rukindo digabung dengan PT Pelabuhan Indonesia. "Semua dibahas di komite privatisasi pekan ini," kata Sofyan.
Ewo Raswa, Yuwono Triatmodjo

Sumber : Harian Kontan, Page : 4

 Dilihat : 3651 kali