21 Januari 2008
Harga Baja Mengerek Harga Onderdil Mobil

JAKARTA. Awal tahun ini, para pemilik kendaraan roda empat mesti siap merogoh kantongnya lebih dalam lagi untuk perawatan tunggangannya. Pasalnya, sejak akhir tahun lalu, harga onderdil atau sparepart mobil sudah naik hingga 10%.

Kenaikan harga onderdil 'ini terjadi di semua merek kendaraan. Baik itu onderdil dengan ukuran yang kecil hingga yang besar. Pemicu kenaikan adalah tingginya harga besi, baja, dan plastik. Namun, pada umumnya, kenaikan harga baru terjadi pada produk imitasi. Belum pada barang-barang asli keluaran pabrikan langsung.Sebagai gambaran, harga peredam kejut alias shockabsorber Toyota naik dari harga semula Rp 750.000 per pasang menjadi Rp 800.000. Harga busi juga naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per pasang. Kampas rem yang biasanya bisa dibeli dengan Rp 40.000, saat ini sudah menjadi Rp 50.000. Waterpump yang biasa berbanderol harga Rp 110.000 kini menjadi Rp 125.000 dan ballpoint dari Rp 85.000, naik jadi Rp 95.000.

Para pedagang memperkirakan dalam tiga sampai enam bulan ke depan, bakal terjadi kenaikan harga onderdil asli , keluaran pabrikan lokal. Produ
sen onderdil Toyota Astra, misalnya, akan menaikkan harga dalam tiga bulan ke depan.Pedagang sudah merasakan kenaikan harga onderdil sejak tiga bulan lalu. Tapi, dampaknya baru terasa bulan ini. San Lih, pedagang onderdil Toyota di toko Dian Jaya Motor, Pasar Cipete, mengaku dampak ke usahanya sudah terasa. Jumlah pembelinya mulai berkurang. Pembeli yang datang hanya satu . atau dua orang saja. Padahal biasanya mencapai empat sampai lima orang. "Pemilik kendaraan dari kelas menengah bawah dengan keuangan yang terbatas akan menunda pembelian onderdil," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Acuan, pedagang onderdil Honda di Dian Cahaya, juga di Cipete. Dia mengaku, konsumennya menurun drastis dari biasanya sepuluh orang kini hanya tinggal dua orang. "Saya lihat, sebagian konsumennya beralih ke produk imitasi yang lebih terjangkau," ujarnya.

Pedagang onderdil Suzuki juga mengakui, meski kenaikan cuma terjadi pada beberapa produk seperti rem, aki, tapi mereka mengaku mulai sulit untuk mendapatkan onderdil lain. "Barang yang kami pesan tak langsung dikirim. Alasannya, stok lagi kosong," ujar Agus, penjual onderdil Suzuki di Sentra Jaya di ITC Fatmawati.
Muhamad Zaki pemilik Suzuki yang ditemui KONTAN mengakui dampak kenaikan onderdil mobil. Pasalnya, saat ini dia mesti menyiapkan anggaran lebih. Lampu depan mobilnya yang rusak, misalnya, mau enggak mau harus diganti. "Dulu Rp 165.000 sepasang, kini sudah jadi Rp 175.000," keluhnya.
Ahmad Nabhani

Sumber : Harian Kontan, Page : 15 

 

 Dilihat : 3324 kali