21 Januari 2008
Krakatau Steel Perketat Penjualan Baja

JAKARTA: PT Krakatau Steel memperketat penjualan baja di pasar domestik dan menghentikan pasar ekspor. Perusahaan milik pemerintah itu mengantisipasi terjadinya spekulasi permintaan baja di pasar domestik saat harga mencapai level tertinggi.

"Kami lebih hati-hati menjual baja. Pabrikan juga tak bisa membeli di luar jumlah yang biasanya dia beli," tutur Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Hakim Kamal kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Harga baja canai panas (hot rolled coil) internasional mencapai level tertinggi, menyentuh US$ 800 per ton pada Kamis pekan lalu. Kenaikan harga baja ini melewati prediksi produsen lokal, yang memperkirakan harga baja US$ 800 per ton pada Juni 2008.Pasar ekspor Krakatau, menurut Irvan, akan ditutup mulai Maret dan mengutamakan pasar domestik. Namun, pada saat yang sama, perusahaan juga tak akan memenuhi permintaan para pabrikan atau pedagang yang mendadak melonjak. Dalam satu bulan rata-rata permintaan baja canai panas dari Krakatau sebanyak 100 ribu ton. "Kami memangkas 50 persen distribusi lewat trader (pedagang)," katanya.

Permintaan baja canai panas yang melonjak diduga sebagai bentuk spekulasi mengingat produk impor lebih mahal US$ 30-35 per ton. "Permintaan yang mendadak banyak semata spekulasi bisnis," tuturnya. Pedagang atau pabrikan berestimasi harga baja di pasar internasional terus naik dan mereka ingin menstok produk baja.

Kenaikan baja canai panas dipicu naiknya harga iron ore atau bijih besi mencapai 30 persen serta ongkos angkut yang mengalami kenaikan 100 persen. Selain itu, biaya energi, pelemahan kurs dolar Amerika terhadap euro, dan pertumbuhan konsumsi baja dunia sebesar 6,8 persen pada 2008.

Harga baja Krakatau, kata Irvan, akan diperbarui tiap bulan. Namun, pabrikan dan pedagang sudah memesan hingga 2-3 bulan ke depan. "Kami tak bisa melayaninya karena harga bijih besi masih belum jelas," katanya. Harga bijih besi saat ini sekitar US$ 160-190 per ton dan akan diperbarui pada April mendatang. Harga besi bekas (scrap) juga mengalami kenaikan signifikan menjadi US$ 500 per ton.

Sementara itu, menurut Dhany Dharmakusumah, Manajer Penjualan Nasional BlueScope Steel untuk Divisi Manufaktur, Aplikasi, dan Distribusi, pasokan baja canai dingin (cold rolled coil) dari Krakatau Steel belum dapat diproyeksikan harganya. Akibatnya, produk hilir, yakni zincalum, juga belum dapat dipastikan kenaikan harganya. Zincalum adalah pelapis antikarat yang digunakan untuk kompor gas program konversi energi.

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 

 Dilihat : 4235 kali