21 Januari 2008
Fokus Restrukturisasi, KS Tak Bakal Dilepas Ke Mitra Strategis

DIREKTUR Utama PT Krakatau Steel (KS), Fazwar Bujang membantah jika perusahaan baja plat merah itu segera dilepas ke mitra strategis sebelum masuk pasar modal. Rencana tersebut dikatakannya belum mendapatkan persetujuan pemegang saham. Menurut Fazwar, justru pihaknya kini lebih memfokuskan kepada upaya merestrukturisasi dan modernisasi peralatan produksi dalam rangka menyeimbangkan kapasitas hulu dan hilir.

"Untuk itu, kami perlu dana sebanyak 170 juta dolar AS dan proses ini sedang dilakukan persiapan apakah melalui penerbitan obligasi. Saya ingin rencana ini dilaksanakan secepatnya karena harga bahan baku makin mahal dan supaya yield perseroan semakin baik dan energy cost semakin turun," kata Fazwar dalam keterangan persnya. Berdasarkan instruksi pemegang saham, jelas Fazwar, KS hanya akan menjalankan tiga langkah untuk meningkatkan kinerja perusahaan yakni optimalisasi good corporate governance, risk manajemen, dan restrukturisasi.

"Tujuannya agar pada tahun ini bisa menjadi non listed public company. Karena itu kami sudah punya tim untuk melakukan persiapan resrukturisasi yang dilanjutkan dengan privatisasi. Mudah mudahan pada 2009 privatisasi bisa direalisasikan," jelasnya.

Sementara, langkah untuk melakukan strategic partner maupun IPO, kata dia, harus melalui prosedur dan analisis yang sangat komprehensif apakah akan menguntungkan pemegang saham maupun kepentingan nasional jangka panjang.

"Bisa saja IPO selalu lebih bagus, tapi bisa juga underwriternya tidak benar sehingga harganya bisa lebih murah," kata dia.

Diakui Fazwar, pihaknya sampai saat ini belum pernah diinstruksikan atau membuat kajian dalam rangka menerima strategic partner. Sebab, pada tahun ini perseroan sedang dalam proses revitaliasi dan mencari sumber pendanaan terkait program tersebut. Pada prinsipnya, kata dia, apakah IPO atau langkah untuk menjalin kemitraan strategis terpulang kepada pemerintah sebagai pemegang saham dan harus melalui komite privatisasi di Menko perekonomian melalui persetujuan DPR. "Persepsi di masyarakat terkait pelepasan ke mitra strategis tentu akan mendiskreditkan kami. Sebab, kami belum pernah diinstruksikan atau membuat kajian menerima strategic partner," paparnya.

Acapkali, lanjut dia, berbagai pihak menganggap KS perlu dicarikan mitra strategis karena merugi dan tidak punya daya saing. "Ini perlu diluruskan karena kalau saat ini perseroan melakukan langkah tersebut maka hal itu merupakan langkah yang salah," lanjut dia.

Dengan demikian, jika wacana tersebut terus digulirkan hal itu justru akan menguntungkan berbagai pihak eksternal yang siap mencaplok KS dengan harga murah. Sebaliknya, wacana tersebut justru merugikan KS sebagai distributor baja terbesar.

"KS memegang distribusi penjualan baja sekitar 50 persen dari pangsa pasar nasional untuk flat product, 12-15 persen untuk long product dan kami berposisi sebagai price leader. Kalau ada berbagai pihak yang mengakuisisi pasti arahnya melihat ke sana," tandasnya. Selain itu, berbagai pihak eksternal akan mengincar infrastruktur KS yang strategis dalam menunjang industri baja yang terintegrasi. Sebab, lokasi pabrik yang berada di kawasan industri Cilegon sangat strategis dengan ketersediaan sumber energi seperti listrik dan air yang memadai.

Sementara itu, sarana jalan raya, kereta api, dan akses perdagangan Sumatera-Jawa cukup lancar yang ditunjang dengan pelabuhan alam berkapasitas 150.000 ton.

"Aset KS ini memiliki hidden value yang sangat besar. Jadi tak mustahil kalau banyak yang berminat dengan KS. Bahkan, ada perusahaan baja yang merengek-rengek meminta supaya disuplai lebih dengan harga lebih murah, tapi lucunya perusahaan ini ingin membeli KS dan sudah meminta restu pemerintah. Hal ini tidak masuk akal," tandasnya.
IU

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 20 

 

 Dilihat : 2978 kali