19 Januari 2008
Harga Baja Tembus Rekor Tertinggi

JAKARTA (SINDO)Harga baja dunia menembus angka USD800 per ton. Kenaikan harga baja canai panas (hot rolled coils/ HRC) ini merupakan yang tercepat dan tertinggi sepanjang sejarah."Perubahan harga baja sudah tak lagi bergerak per semester, tapi sudah dalam hitungan nunggu, bahkan harian," kata Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim di Jakarta kemarin.


Dari data World Steel Dynamics (WSD), kenaikan harga baja tidak lagi menunjukkan tren fluktuatif, namun telah mengarah pada peningkatan berantai. Pada Desember 2007, harga baja masih berkisar USD610 per ton, namun melonjak jadi USD710 per ton per 8 Januari lalu. Kenaikan terus terjadi pada 16 Januari menjadi USD785 per ton, dan mencapai titik tertinggi pada Kamis (17/1) malam menjadi USD800 per ton.
"Kenaikan harga dipicu melonjaknya harga bahan baku bijih besi yang diperkirakan menembus USD150 per ton. Kejadian ini membuat sejumlah produsen hilir baja seperti paku, tabung baja, pipa, dan seng baja ikut menyesuaikan harga," katanya.

Ketua Umum Ikatan Pabrik Paku dan Kawat Indonesia (Ippaki) Ario Setiantoro mengatakan, kenaikan harga HRC dipastikan akan menaikkan harga CRC (cold rolled coil/baja canai dingin) dan wire rod (kawat baja) ke posisi tertinggi. Ario mengaku pasrah dengan melambungnya harga bahan baku ini. Situasi ini membuat produsen serbasalah. "Kalau harga terus meningkat, kami tidak bisa memangkas margin karena biaya produksi sudah sangat besar. Sementara pasokan CRC dan wire rod semakin langka," ujar Ario kemarin.
Menanggapi kenyataan ini, Irvan membenarkan bahwa salah satu produsen kawat baja terbesar di Surabaya dalam dua minggu terakhir telah menaikkan harga sekitar empat kali karena lonjakan harga CRC.
(agung kurniawan)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 19 

 

 Dilihat : 3818 kali