19 Januari 2008
Harga Baja di Level Tertinggi

Jakarta-Industri hilir yang menggunakan bahan baku baja harus siap-siap memangkas margin keuntungan mereka. Pasalnya, salah satu produsen baja nasional PT Krakatau Steel (KS), kembali mengumumkan harga terbaru untuk produk baja canai panas (hot rolled coilsfHRC), yakni sebesar US$ 800 per ton yang merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah. Pada awal tahun ini harganya padahal masih berkisar US$ 710 per ton.

Lonjakan harga HRC yang berlangsung sangat cepat itu di luar prediksi semula, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja sektor industri baja di tingkat hilir. "Harga sudah mencapai US$ 800 tadi malam. Itu harga tertinggi sepanjang masa," kata Direktur Marketing PT KS, Irvan Kamal Hakim, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/1).

Menurut Irvan, PT KS selaku produsen HRC sendiri tidak bisa menahan kenaikan harga, karena lonjakan harga yang sama terjadi pada bahan baku baja berupa bijih besi yang harus mereka datangkan dari Brasil dan Argentina. Selain itu, harga scrap (besi rongsokan) yang digunakan untuk campuran HRC juga naik menjadi US$ 500 per ton.

"Semula, kami proyeksikan harga-harga bahan baku itu baru akan naik pada pertengahan tahun; nanti, namun baru dua pekan di awal tahun ini harganya sudah melonjak tinggi," ungkapnya.

Dia menjelaskan selain kenaikan harga bijih besi dan scrap, kenaikan harga HRC juga akibat naiknya ongkos angkut dan biaya energi."Kami ingatkan industri hilir agar melakukan penyesuaian biaya produksinya dengan harga baja saat ini, misalnya saja produk tabung elpiji, kompor, dan seng. Tidak mungkin harga yang bulan lalu dijadikan acuan lagi," tukasnya.

Irvan memperkirakan kenaikan harga HRC ini akan mempengaruhi kenaikan harga produk hilir, seperti pipa baja, baja lapis seng, mur, paku, dan kawat sebesar 25 persen. (moh ridwan)

Sumber : Sinar Harapan, Page : 14 

 

 Dilihat : 3450 kali