04 September 2007
Pabrik KS di Kalsel Akan Dibangun Maret 2008

JAKARTA: Pembangunan pabrik pengolahan bijih besi PT Krakatau Steel di Kalimantan Selatan hampir dipastikan akan dimulai pada Maret 2008, setelah produsen baja tersebut berhasil menggandeng PT Aneka Tambang Tbk dalam proyek itu.  Keikutsertaan Aneka Tambang (Antam) akan mempermudah perseroan dalam mendapatkan komitmen dari para pemilik kuasa penambangan (KP) di Kalsel yang menguasai lahan pertambangan di sana.

Namun hingga saat ini, pemerintah, selaku pemegang saham Krakatau Steel (KS) dan Antam, belum memutuskan komposisi kepemilikan saham kedua perusahaan itu pada perusahaan patungan yang akan didirikan.  Direktur Utama PT Krakatau Steel Daenulhay mengatakan kerja sama dengan Antam telah membuahkan hasil karena perseroan telah berhasil melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemilik kuasa penambangan (KP).  "Sudah ada kerja sama dengan beberapa pemilik KP, diikat dengan perjanjian MoU antara perusahaan joint venture [patungan] kami [Krakatau Steel dan Antam] dengan sejumlah pemilik KP," katanya, baru-baru ini.

Pemasangan tiang pancang pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Kalsel tersebut rencananya akan dilakukan pada Maret 2008. Pabrik tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 300.00 ton untuk tahap pertama.  Rencana pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Kalsel selama ini terkendala oleh ketiadaan jaminan pasokan bijih besi karena lahan pertambangan yang ada dikuasai oleh KP.  Sementara itu, Direktur PT Antam Alwin Syah Loebis menjelaskan Krakatau Steel akan menjadi pemegang saham mayoritas pada perusahaan patungan tersebut.

"Kami [Krakatau Steel dan Antam] bersinergi. Keahlian kami di pertambangan dan Krakatau Steel di pengolahannya. Jadi kami bergabung, walaupun KP-nya sekarang belum menjadi milik kami, tapi kompetensi pertambanganriya kan sudah kami miliki," ujarnya.
Kompetensi Antam di bidang pertambangan diharapkan dapat membuat para pemilik KP di Kalsel bersedia melakukan proses penambangan bijih besi dengan cara yang benar. Lewat pendekatan tersebut diharapkan dapat diperoleh jaminan pasokan bahan baku bagi pabrik yang akan didirikan.

(Sumber: Bisnis Indonesia - 04 September 2007)

 Dilihat : 2444 kali