17 Januari 2008
Produsen Hilir Baja Mulai Naikkan Harga

JAKARTA. Lonjakan harga sejumlah produk hilir baja seperti paku, kawat beton, pipa baja, dan baja lapis seng memang tak terelakkan. Pasalnya, di tingkat pabrik, kenaikan biaya produksi mencapai 100%.

Harga paku dan kawat beton di tingkat pabrik saat ini sudah menembus angka Rp 10.000 per kilogram (kg). Setelah sampai ke tingkat pedagang eceran harganya bisa tembus Rp 12.000 hingga Rp 14.000 per kg. Padahal, hingga Desember lalu, harga di pabrik masih di kisaran Rp 5.800 hingga Rp 8.800 per kg.

Pemicu kenaikan itu terpicu oleh kenaikan harga bahan baku di bagian industri hulu. Harga kawat baja (wire rod) melonjak terkerek tingginya harga baja canai panas (hot rolled coils! HRC) yang sudah menembus US$ 710 per ton. "Celakanya, sekarang wire rod tidak hanya mengalami kenaikan harga, tapi juga langka di pasar," kata Ketua Ikatan Pabrik Paku dan Kawat Indonesia (Ippaki) Ario N. Setiantoro di Jakarta, Rabu (16/1).

Ario bilang, kelangkaan wire rod sudah terjadi sejak awal bulan ini. Pasalnya, PT Krakatau Steel selaku pemasok utama billet (bahan baku wire rod) masih menghitung harga. "Mungkin baru Februari harganya keluar," cetus Ario.

Kenaikan harga juga terjadi pada produk pipa baja. Wakil Ketua Umum Gabungan Pabrik Pipa Baja (Gapipa) Untung Yusuf mengatakan, saat ini para produsen pipa baja tengah menyesuaikan harga menyusul tingginya harga HRC yang mengerek harga baja canai dingin (cold rolled coils/ CRC). Saat ini harga CRC di pasar dunia sudah mencapai US$ 860 per ton. "Saya belum bisa menyebutkan berapa kenaikannya," tutur Untung.

Produk hilir baja lainnya yang pasti naik adalah baja lapis seng. Sekadar contoh, produk dengan ketebalan 0,2 milimeter harganya sudah naik dari semula Rp 32.000 per lembar menjadi Rp 35.000 per lembar. "Opsi menaikkan harga jual merupakan konsekuensi logis karena bahan baku CRC menempati 70% dari total struktur biaya produksi (cost structure)," ujar Ketua Umum Gabungan Pabrik Seng Indonesia (Gapsi) Ruddy Syamsuddin.
Havid Vebri

Sumber :  Harian Kontan, Page : 13 

 Dilihat : 3965 kali