17 Januari 2008
Harga Empat Produk Baja Hilir Melonjak

JAKARTA-Harga jual empat produk baja hilir, yakni baja lapis seng (BjLS), kawat beton, pipa baja, dan paku, melonjak seiring kenaikan bahan baku serta makin tingginya harga sumber energi, seperti minyak dan batubara.

Berdasarkan data Ikatan Pabrik Paku dan Kawat Indonesia (Ippaki), harga paku dan kawat beton di tingkat produsen saat ini sudah menembus angka Rp 10.000/kilogram. Sementara di tingkat eceran harganya bisa menembus level Rp 12.000-Rp 14.000/kg.

Padahal, pada periode September hingga akhir 2007, harga komoditas itu di tingkat produsen masih sekitar Rp 5.800-Rp 8.800/kg. Bahkan, awal 2007, harga di pabrik masih di bawah Rp 5.000/kg.

Ketua Ippaki Ario N Setiantoro menjelaskan, kenaikan harga paku dan kawat beton di tingkat produsen saat ini sudah melonjak 100% terhadap harga di posisi awal 2007. "Lonjakan harga terjadi karena harga bahan baku berupa wire rod (kawat baja) naik signifikan,*' katanya, di Jakarta, Rabu (16/1).

Saat ini, lanjut dia, harga bahan baku berupa wire rod menembus level psikologis Rp 9.000/kg, dari posisi akhir 2007 yang hanya Rp 6.900/kg. Lonjakan harga bahan baku itu seiring dengan peningkatan harga di produk hulu, baja canai panas (hot rolled coils/HRC), yang saat ini menyentuh US$ 710 per ton. "Celakanya, wire rod langka di pasaran," ujarnya.

Ario menerangkan, pasokan wire rod menurun sejak awal bulan ini. Apalagi, PT Krakatau Steel selaku pemasok utama billet, bahan baku wire rod, saat ini masih melakukan perhitungan harga. "Mungkin baru Februari harganya keluar," jelasnya.

Tingginya harga dan langkanya pasokan wire rod, lanjut Ario, menyulitkan kalangan produsen paku dan kawat beton. Kondisi itu menyebabkan produsen paku dan kawat beton memangkas produksi hingga 50% dari total kapasitas. "Sekarang produksi paku nasional turun menjadi 1.000-1.500 ton per bulan. Biasanya kami mampu memasok 3.000 ton per bulan," ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Gabungan Pabrik Pipa Baja (Gapipa) Untung Yusuf menjelaskan, kenaikan harga juga terjadi pada pipa baja. Kalangan produsen pipa baja sedang menghitung penyesuaian harga menyusul kian tingginya harga HRC yang mengerek harga bahan baku pipa baja, yakni baja canai dingin (cold rolled coils/ CRC). Saat ini harga CRC di pasar dunia sudah menembus US$ 860 per ton. 'Tapi saya belum bisa menyebutkan berapa kenaikan harga pipa baja," tuturnya, (dry)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 23 

 

 Dilihat : 3109 kali