17 Januari 2008
RI-Cina Galang Kemitraan Strategis Pertahanan

JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono, mengatakan kemitraan strategis pertahanan antara Indonesia-Cina akan terus dilanjutkan. Hal itu misalnya dilakukan dengan kerjasama di dalam bidang pengembangan produk indutsri pertahanan.

Di bidang kerja sama industri pertahanan misalnya,kemitraan antara Indonesia-Cina itu akan dapat dipusatkan pada pengembangan produk pesawat angkut, kapal angkut, dan kendaraan angkut pasukan," kata Juwono usai menerima Menteri Pertahanan Cina, Jenderal Gao GangcKuans, di Jakarta, Rabu (16/1).Menurut Juwono, dalam kemitraan strategis pertahanan itu nantinya diwujudkan dengan melakukan pembiayaan bersama antarkedua negara.

Sedangkan mengenai besaran nominal dananya, kata dia, akan dibicarakan oleh kementerian keuangan dan pembangunan nasional kedua negara. "Hal ini karena sudah menyangkut masalah ekonomi dan izin pimpinan keuangan."Sedangkan mengenai pelaksanaan kerja sama industri ini, Juwono menyatakan, akan dapat dilakukan melalui produksi bersama dengan berbagai BUMN,Strategis. BUMN Strategis di bidang pertahanan itu antara lain PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, PT Barata, PT Boma Bima Indra, LEN, PT Krakatau Steel, dan PTInti.
Juwono menegaskan, banyak hal yahg bisa dilakukan dalam penggalangan kerja sama pertahanan antara militer Indonesia dan Cina. Salah satu di antaranya adalah adanya persamaan antara tentara di kedua negara yang sama-sama merupakan tentara rakyat, tentara kejuangan dan tentara nasional.

"Itu persamaannya. Prinsip kerakyatan itu merupakan hal kami bicarakan. Kedua negara memang punya pandangan sama bahwa tentara adalah sarana untuk mempercepat dan mengamankan pemulihan ekonomi," kata Menhan.
Menanggapi Juwono, Menteri Pertahanan Cina mengatakan kedatangannya adalah untuk memperkuat kerja sama saling menguntungkan antar kedua negara."Tujuannya untuk menggalang persahabatan dan saling pengertian untuk kemudian bersama-sama di masa depan memperkuat pembangunan pertahanan. Kami berdua sudah mengulas kerjasama yang telah dilakukan untuk mengembangkan kerjasama kedepan," kata Gao.
Gao juga mengatakan kedua menteri saling bertukar pengalaman dalam memperkuat pertahanan dan angkatan bersenjata. Mereka juga berbagi pengalaman soal peran masing-masing angkatan bersenjata dalam upaya peningkatan kehidupan sosial politik dan ekonomi.
"Pada titik itu, kami saling berbagi, pengalaman bagaimana cara yang sudah ditempuh masing-masing angkatan bersenjata dalam melaksanakan fungsi tersebut," ujar Gao.

Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan), Sjafrie Sjamsoedin, mengatakan, salah satu kerja sama industri pertahanan yang. akan digarap bersama dengan Cina adalah produksi senjata berkaliber besar. "Ini dikerjakan dengan melibatkan PT Pindad. Di luar itu, masih belum ada rencana, misalnya untuk melakukan kerja sama industri helikopter yang melibatkan PT Dirgan
tara Indonesia (PT DI)."
ann

Sumber : Republika, Page : 3
 

 Dilihat : 3602 kali