16 Januari 2008
Harga Tabung Gas Melonjak Tajam

PRODUSEN tabung gas dalam negeri khawatir atas kenaikan harga baja HRC (hor rolled coil) dari PT Krakatau Steel karena bisa menghambat progran konversi minyak tanah ke gas.

Kenaikan harga tersebut bisa mendongkrak harga tabung gas ukuran tiga kilogran hingga 20 persen sanpai 25 persen."Kami khawatir kenaikan ini menjadi kendala utama produsen dalam negeri memenuhi komitmen tender tabung gas," kata Ketua Asosiasi Industri Tabung Baja Tjiptadi.

Kenaikan harga baja itu dianggap dapat menghambat rencana tahap pertama produksi delapan juta tabung gas dari 25 juta tabung gas yang ditargetkan pemerintah tahun ini. Kenaikan harga baja juga dikhawatirkan membuat produsen dalam negeri urung meningkatkan kapasitas produksinya.

Harga baja dari Krakatau Steel (KS) diperkirakan meningkat dari Rp. 6.000 per kilogram menjadi Rp.7.200 per kilogram. Itu akan berpengaruh terhadap harga jual tabung gas yang diperkirakan bisa naik antara 20-25 persen. Selain itu, produksi dalam negeri juga menghadapi berbagai kendala teknis seperti minimnya kapasitas produksi dan kurangnya pelatihan sumber daya manusianya.

Gabungan Pengusaha Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamnma) Ahmad Syafiun mengatakan, kenaikan harga baja tidak bisa dihindari karena kesalahan manajemen KS yang membeli bahan baku di pasar spot internasional secara mendadak. "Krakatau Steel itu beli di spot market tidak dalam kontrak jangka panjang sehingga pembelian dengan harga tinggi," cetusnya.

KS tentu berbeda dengan produsen baja dunia lainnya yang membeli dengan kontrak jangka panjang dan harga yang tidak fluktuatif. Akibatnya, KS tidak pernah mendapat kepastian harga. Bahkan awal tahun 2004, KS tidak mendapat pasokan bahan baku dari spot market karena sudah diborong produsen kuat lain. Kalau harga naik yang tertekan adalah para pengusaha dari sektor baja hilir.

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 9 

 

 Dilihat : 3504 kali