16 Januari 2008
Privatisasi Krakatau Steel Ganggu Produksi

DIREKTUR Utama (Dirut) PT Krakatau Steel (KS), Fazwar Bujang mengungkapkan, rencana privatisasi terhadap perseroan telah mengganggu aktivitas produksi KS, karena pekerja lebih sibuk membahas rumor tersebut. Padahal pegawai seharusnya lebih fokus pada revitalisasi dan ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan.

"KS tidak pernah menerima instruksi dari Menneg BUMN untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), informasi ini menyulitkan kami karena kami sedang melakukan revitalisasi yang membutuhkan pendanaan. Yang pernah kami terima adalah instruksi untuk privatisasi nonlisting," katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.Dia menambahkan, isu yang menyatakan KS akan dijual dikarenakan selama ini selalu merugi. Sepanjang sejarah KS dari berdiri tahun 70-an,hanya dua kali mengalami kerugian yakni tahun 2001 dan 2006. "Tahun 2007 per bulannya penjualan baja KS mencapai Rpl-1,2 triliun. Bahkan di bulan November 2007 mencetak penjualan tertinggi yakni Rp 1,4 trilun. "Hal ini bisa mendeskreditkan KS apalagi di mata kompetitor KS, ini bisa dimanfaatkan untuk memasukan baja dari luar dengan dumping," imbuhnya.

Menurut dia, selama ini KS selalu dibandingkan baja impor yang berharga murah. Sehingga banyak yang memilih membeli baja yang diduga dumping. "Jangan bandingkan harga produk KS dengan produk murah yang tidak memenuhi standar kualitas," ujarnya Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menjajaki penerbitan global bond dan pinjaman murah dari ECA untuk biaya revitalisasi dan ekspansi bisnis dari hulu ke hilir senilai US$170 juta.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 5

 

 Dilihat : 2952 kali