15 Januari 2008
Krakatau Steel dan Asitab Belum Sepakat

JAKARTA (SINDO): PT Krakatau Steel (KS) dan Asosiasi Industri TabungBa ja (Asitab) belum menyepakati harga baru baja untuk pengiriman Januari danFebruari 2008."Hasil pertemuan kemarin belum bisa ada kesepakatan karena Asitab mungkin akan menegosiasi harga dengan kami. Mungkin dalam dua tiga hari mendatang, hitungan fix sudah selesai," tutur Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Kamal di Jakarta, pagi tadi. Namun, dia memastikan harga baja tidak bisa lagi mengikuti kontrak pada Desember 2007 lalu.

Irvan menyatakan, kenaikan bahan baku baja di hulu menjadi penyebab utama kenaikan harga baja sekitar 20-30%. Menurut hitungan KS, harga baja akan naik dari Rp6.000 menjadi Rp7.200-Rp7.500 per kilogram(kg),sedangkan dalam kalkulasi Asitab kenaikan yang bisa ditoleransi hanya sebesar Rp7.200 per kg baja. "Kalau mereka patokannya ada di Rp7.200, artinya akan ada negosiasi harga dan kita siap untuk itu," tuturnya.

Dia menambahkan, harga bahan baku baja diperkirakan terus merangkak naik, bahkan hingga pengiriman Juni mendatang. Namun, dia memastikan, Krakatau Steel sudah siap mengantisipasi lonjakan harga tersebut meski belum ada perhitungan berapa besar kenaikan tersebut. "Data akurat berapa kira-kira akan naik untuk Juni nanti baru diketahui sekitar minggu pertama Februari, tapi harga baja diperkirakan terus naik," ujarnya.

Ketua Asitab Tjiptadi membenarkan belum adanya kesepakatan harga baja dengan Krakatau Steel selaku pemasok bahan baku tabung gas. Namun, diungkapkan dia, jika Krakatau Steel menetapkan harga hingga Rp7.500 per kg, akan sangat menyulitkan produsen tabung gas dalam negeri. "Kalau sampai Rp7.500 seperti yang diminta Krakatau Steel, itu sulit bagi kami, terutama dengan Rp90.000 per tabung, produsen akan sulit menjualnya," ujarnya.

Sementara itu, mengenai kekhawatiran kurangnya stok baja di Krakatau Steel, Irvan membantah hal itu. Menurut dia, meski harga baja naik, pihaknya menjamin ketersediaan baja di Krakatau Steel sangat cukup memenuhi kebutuhan baja nasional.Terlebih, tahun lalu, serapan kebutuhan baja hanya mencapai 60% sehingga masih ada luncuran (carry over) sebanyak 40% untuk tahun ini.

Sebelumnya, produsen tabung gas mengkhawatirkan kenaikan harga baja di Krakatau Steel akan menjadi kendala untuk memenuhi komitmen tender pengadaan 8 juta tabung gas hingga Juni 2008.

Sumber : Harian Seputar Indonesia Sore, Page : 5 

 

 Dilihat : 2561 kali