15 Januari 2008
KS bantah dilego ke mitra strategis

Bisnis Indonesia JAKARTA: Manajemen PT Krakatau Steel (KS) memban­tah rencana penjualan saham perseroan ke mitra strategis se­belum penawaran umum per­dana pada akhir tahun ini karena rencana tersebut belum mendapat persetujuan peme­gang saham.

Namun, Meneg BUMN Sof­yan A. Djalil justru menegaskan adanya pembahasan opsi pen­jualan strategis dan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham KS.'

Bahkan, Kementerian BUMN akan mengajukan ren­cana strategic sale dan IPO KS ke Komite Privatisasi. "Opsi yang ada masih dibahas ter­masuk IPO dan strategic sale," kata Meneg kemarin . Dirut KS Fazwar Bujang me­nambahkan untuk menempuh penjualan strategis atau IPO harus melalui prosedur dan analisis yang sangat kompre­hensif apakah akan mengun­tungkan pemegang saham maupun kepentingan nasional jangka panjang.

"Bisa saja IPO selalu lebih bagus, tetapi bisa juga under-writer-nya tidak benar, se­hingga harganya bisa lebih murah," katanya.

Dia menjelaskan sampai saat ini KS belum pernah diinstruk­sikan atau membuat kajian dalam rangka penjualan strate­gis karena perseroan sedang dalam proses revitaliasi dan mencari sumber pendanaan terkait program tersebut.

Secara prinsip, IPO atau langkah untuk menjalin kemi­traan strategis terpulang kepa­da pemerintah sebagai peme­gang saham dan harus melalui Komite Privatisasi.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Suryo Sulis­tio mengatakan lebih baik pe­merintah mempertimbangkan opsi menaruh eksekutif papan atas di perusahaan tersebut untuk meningkatkan valuasi KS.

"Opsi strategic sale akan menimbulkan efek dilusi yang terlalu besar bagi pemerinta h.Memang KS perlu di IPO, tapi upaya meningkatkan valuasi dari perseroan bisa dilakukan dengan penempatan eksekutif papan atas bukan de­ngan strategic sale.

"Kalau penjualan strategis ditempuh hasilnya sama saja karena investor baru pasti akan menempatkan orang baru da­lam struktur manajemen KS."

Berdasarkan data yang di­peroleh Bisnis, laporan prognosa 2006 KS menunjukkan rugi sebelum pajak Rp39,92 miliar dengan total penjualan Rp12,31 triliun.

Dalam prognosa 2007, laba setelah pajak KS Rp164 miliar dengan total pendapatan Rp12 triliun. Tahun ini, pendapatan KS diproyeksikan Rp15,6 trili­un dengan laba setelah pajak Rp215 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B2 

 

 Dilihat : 2487 kali