15 Januari 2008
IPO Masih Sumir, Krakatau Steel Jajaki Global Bond

NERACA Jakarta-Di tengah ketidakpastian jadi atau tidaknya initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel (KS) tahun ini, perusahaan BUMN tersebut memilih untuk menjajaki penerbitan global bond dan pinjaman murah. Saat ini KS memang membutuhkan dana untuk biaya revitalisasi dan ekspansi bisnis dari hulu ke hilir senilai 170 juta dolar AS. Manajemen KS berharap dana tersebut dapat ditutupi dengan penerbitan global bond. Hal ini disempaikan Dirut KS, Fazwar Bujang dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (14/1).

Lebih jauh Direksi KS menyatakan belum pernah menerima instruksi dari Menneg BUMN mengenai rencana privatisasi melalui IPO. "KS tidak pernah menerima instruksi dari Menneg BUMN untuk melakukan IPO, informasi ini menyulitkan kami karena kami sedang melakukan revitalisasi yang membutuhkan pendanaan. Yang pernah kami terima adalah instruksi untuk privatisasi non listing" ungkap . Fazwar Bujang.

Fazwar juga mengeluh bahwa kabar KS akan segera dijual ke mitra strategis telah mengganggu aktivitas produksi KS karena pekerja KS lebih sibuk membahas rumor ini. Padahal pegawai harus fokus pada revitalisasi dan ekspansi bisnis. "Ditambah adanya isu yang mengatakan bahwa KS akan dijual karena selalu merugi. Sepanjang sejarah KS dari tahun 70-an kita berdiri, hanya 2 kali kita , rugi itu pada tahuri 2001 dan 2006," ujarnya.

Fazwar lantas membeberkan pada tahun 2007 per bulannya penjualan baja KS mencapai Rp 1 hingga Rp 1,2' triliun. Bahkan di bulan November 2007 mencetak penjualan tertinggi yakni Rp 1,4 trilun."Hal ini bisa mendeksritkan KS apalagi di mata kompetitor KS, ini bisa dimanfaatkan untuk memasukan baja dari luar dengan dumping," tambahnya.
Menurutnya selama ini KS selalu dibandingkan baja impor yang berharga murah. Sehingga banyak yang memilih membeli baja yang diduga dumping. "Jangan bandingkan harga produk KS dengan produk murah yang tidak memenuhi standar kualitas," ujarnya.

Atasi Hambatan Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil minta manajemen KS agar mengatasi hambatan dalam rangka rencana perusahaan menerbitkan saham perdana (IPO). "Mereka harus mengatasi kendala yang dihadapi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan," kata Sofyan Djalil saat melakukan kunjungan ke pabrik baja lembaran milik KS di Merak Banten, Sabtu.

Menurut Sofyan Djalil , saat ini perusahaan masih mengalami kendala dalam pengadaan gas, listrik, serta bahan baku. Akibatnya satu pabrik belum beroperasi dari sebanyak tujuh yang dimilikinya .

Sofyan menjanjikan tahun 2008 KS untuk ikut dimasukkan dalam program IPO sejumlah BUMN, akan tetapi sebelumnya harus melihat dulu sejauh mana kesiapannya. "Kami akan lihat dulu prestasi mereka pada bulan bulan ini sebelum memutuskan untuk melaksanakan IPO. Semoga mereka (manajemen KS) mampu mengatasi kendala-kendala tersebut," ujar Sofyan.* PPh

Sumber : Harian Ekonomi Neraca, Page : 2

 

 Dilihat : 3391 kali