15 Januari 2008
KS Finalisasi Proyek Kalsel Akhir Bulan Ini

JAKARTA-Perusahaan baja pelat merah, PT Krakatau Steel (KS), menyatakan akan memfinalisasi pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Kalimantan Selatan (proyek Kalsel) pada akhir bulan ini. Pasalnya, berdasarkan penelitian sementara, kandungan bijih besi di Kalsel tidak bisa menjadi bahan baku utama produksi baja sehingga perlu dikaji lebih lanjut dampak ekonomis untuk menanamkan investasi di daerah tersebut.

Dirut KS Fazwar Bujang menjelaskan, akhir Januari 2008 tim KS akan merampungkan tes peleburan untuk memberikan kajian yang valid untuk membangun pabrik di Kalsel. "Sampai saat ini keputusan final proyek Kalsel masih menunggu hasil tes peleburan. Jika ternyata tidak menguntungkan, kapasitas produksi pabrik yang akan dibangun itu akan diturunkan," paparnya di Jakarta, Senin (14/1).
Krakatau Steel sebelumnya berencana menanamkan investasi sekitar US$ 65 juta untuk membangun pabrik berkapasitas 350 ribu ton di Kalsel. Perseroan menargetkan pembangunan pabrik baru itu dimulai pada Maret 2008.

Fazwar menerangkan, dalam kajian sementara, lokasi cadangan bijih besi di Kalsel tersebar di sejumlah daerah. Selain itu, bijih besi di daerah , tersebut memiliki kandungan yang lebih rendah dibandingkan bahan baku impor. "Kedua faktor itu yang harus dikaji lebih lanjut," paparnya. Sementara itu, Fazwar Bujang secara khusus membantah bahwa BUMN baja ini akan dilepas ke mitra strategis sebelum masuk pasar modal melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering(lPO) pada akhir tahun ini. "Direksi .belum memperoleh instruksi baik lisan maupun tertulis, apalagi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) bahwa perseroan akan mencari strategic partner," katanya. Fazwar menilai, pada tahun ini perseroan sedang dalam proses revitaliasi dan mencari sumber pendanaan terkait program tersebut. "Untuk itu, kami perlu dana sebanyak US$ 170 juta dan proses ini sedang dilakukan persiapan apakah melalui penerbitan obligasi. Saya ingin rencana ini dilaksanakan secepatnya karena harga bahan baku makin mahal dan supaya yield perseroan semakin baik dan energy cost semakin turun," katanya.

Berdasarkan instruksi pemegang saham, lanjut dia, KS hanya akan menjalankan tiga langkah untuk meningkatkan kinerja perusahaan yakni optimalisasi good corporate governance, risk manajemen dan restrukturisasi. Tujuannya agar pada tahun ini bisa menjadi non listed public company. Karena itu kami sudah punya tim untuk melakukan persiapan resrukturisasi yang dilanjutkan dengan privatisasi. Mudah mudahan pada 2009 privatisasi bisa direalisasikan," katanya, (dry)

Sumber :  Investor Daily Indonesia, Page : 23 

 

 Dilihat : 2486 kali