14 Januari 2008
KS akan dilepas ke mitra strategis

JAKARTA: Pemerintah mengkaji penjualan 20% saham PT Krakatau Steel ke mitra strategis sebelum masuk pasar modal melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.

Penjualan saham ke publik itu direncanakan sebesar 29%, yang bertujuan meraup dana segar untuk memperkuat struktur permodalan BUMN penghasil baja tersebut.

"Agar nilainya tinggi, 20% saham KS dikaji untuk dijual ke mitra strategis, baru kemudian IPO maksimal 29%. Pemerintah tetap mengendalikan 51% saham BUMN itu," tutur sumber Bisnis pada akhir pekan lalu.

Salah satu manfaat penjualan saham ke perusahaan strategis adalah memudahkan KS mempunyai mitra yang bisa menjamin pasok bahan baku dengan harga yang kompetitif, meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan terobosan ke pasar global.

Sumber tadi menjelaskan selain beberapa manfaat positif tersebut, KS dan mitra strategis itu mungkin bisa mempunyai kepemilikan silang.

Sekretaris Meneg BUMN M. Said Didu, ketika ditanya mengenai rencana itu, membenarkan adanya kajian penjualan KS ke mitra strategis. Namun, dia tidak bersedia merinci berapa porsi saham yang akan dilepas ke mitra strategis itu.

"Itu baru kajian, karena sifat industri baja sangat khas, terutama berkaitan dengan bahan baku, teknologi, dan pasar. Hal itu berbeda dengan industri lain," ujarnya kemarin.

Tahun lalu, dua perusahaan raksasa India, yakni Essar Group dan Tata Steel, bersama Archelor Mital dan Samsung mengajukan minat mereka menjadi mitra strategis KS.

Selain KS, Meneg BUMN Sofyan A. Djalil juga sempat menyatakan rencana penjualan 10% saham PT Bank Negara Indonesia Tbk, saham PT Bank Mandiri Tbk, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia ke mitra strategis.

Padahal, penjualan strategis itu mudah memicu, panasnya prokontra di masyarakat. Itu terjadi ketika Meneg BUMN Laksamana Sukardi menjual saham PT Indosat Tbk pada 2002.

Kinerja kinclong Menyangkut kinerja, Said menambahkan KS tahun lalu membukukan laba yang besar. Padahal, dua tahun lalu BUMN itu masih merugi.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, laporan prognosa 2006 KS menunjukkan laba rugi sebelum pajak Rp39,92 miliar dengan total penjualan Rp12,31 triliun.

Dalam prognosa 2007, laba setelah pajak Rp164 miliar dengan total pendapatan Rp12 triliun. Pendapatan KS 2007 diproyeksikan Rp15,6 triliun dengan laba setelah pajak Rp215 miliar.

KS merupakan produsen baja terbesar di Indonesia. Pada 2007, BUMN itu memproduksi 1,8 juta ton lembaran baja canai panas dan 650.000 ton lembaran baja canai dingin.

Saat mengunjungi pabrik baja pada 5 Januari 2008, Meneg BUMN meminta manajemen KS mengatasi hambatan agar rencana IPO terwujud. "Tahun ini, KS masuk program IPO. Namun, KS harus mengatasi kendala yang dihadapi untuk meningkatkan produktivitasnya."

Dia mengatakan perusahaan masih mengalami kendala dalam pengadaan gas, listrik, dan bahan baku, sehingga satu dari tujuh unit pabrik yang ada belum beroperasi. "Kami akan melihat dulu prestasi mereka bulan ini sebelum memutuskan untuk IPO."

Melkias Markus Mekeng Bapa, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, mengingatkan agar rencana melepas saham KS ke mitra strategis tidak dihargai terlalu rendah. "Sehingga investor yang baru masuk menikmati untung saat IPO."

KS bisa meningkatkan nilai tambah seperti revaluasi aset. Anak perusahaan di luar bisnis inti, menurut dia, juga sebaiknya dilepas dulu. "Setelah semuanya bagus, baru mengundang mitra strategis, sehingga tidak sertamerta bisa dilakukan."

Namun, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN Dradjad H. Wibowo berpendapat KS tidak perlu dilepas kepada mitra strategis, karena kemungkinan ada pihak yang mengincar perusahaan baja itu. Menurut dia, lebih baik KS langsung IPO dengan porsi 25%-30%. "DPR akan minta rencana bisnis KS secara rinci."

Dirut KS Fazwar Bujang menambahkan perseroan akan memodernisasi peralatan, sehingga penggunaan listrik, gas, dan bahan baku ditingkatkan dari kapasitas 2 juta ton menjadi 2,4 juta ton. "Belanja modal keperluan modernisasi US$150 juta US$170 juta. Rencana modernisasi ini tuntas dalam 2,5 tahun."

Target perseroan adalah meningkatkan produksi menjadi 2 juta ton tahun ini dengan asumsi produksi per bulan 200.000 ton. "Saat ini kapasitas pabrik 2 juta ton per tahun, tetapi kemampuan per tahun baru 1,8 juta ton. Kami optimistis bisa memenuhi target tahun ini."

Direktur Pemasaran KS Irvan Kamal Hakim menambahkan BUMN itu memulai restrukturisasi korporasi sejak awal tahun ini yang diperkirakan memakan waktu 10 bulan.

Manajemen KS, ujarnya, juga menyiapkan semua proses menuju IPO yang dijadwalkan akhir tahun ini. Penunjukan penjamin emisi yang akan membantu IPO KS diperkirakan sekitar Juni-Juli tahun ini.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : 1 

 Dilihat : 2815 kali