12 Januari 2008
Indonesia-China Jalin Kerjasama Pertahanan

JAKARTA. Departemen Pertahanan Indonesia akan bekerjasama dengan Departemen Pertahanan Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) dalam bidang pertahanan. Cuma, kerjasama kali bukan dalam konteks pakta pertahanan, melainkan lebih pada bidang pengembangan sumber daya manusia.

Untuk tahun ini, Pemerintah RRC menawarkan 21 jenis pendidikan untuk 23 orang perwira Indonesia. China juga mengundang dua perwira setingkat kolonel untuk mengikuti pendidikan singkat. "Kami intinya akan bekerjasama dalam hal pertukaran perwira, diklat, dan pengembangan industri pertahanan," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Rabu (9/1)

Selebihnya, Menhan masih menutup rapat rencana kerjasama industri pertahanan dengan China. "Semua tergantung pada hasil kunjungan," imbuhnya.

Kerjasama tersebut akan diresmikan saat Menteri Pertahanan RRC Cao Gangchuan berkunjung ke Indonesia pada 15 hingga 20 Januari 2008. Selain akan menandatangani perjanjian, kunjungan Cao ini juga merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Juwono ke RRC pada bulan November 2007.

Komitmen kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan RRC menguat sejak April 2005. Waktu itu, Presiden China Hu Jintao dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani nota kerjasama bidang pertahanan berjudul Agreement Between The Ministry of Defence, The Republic of Indonesia and The Ministry of National Defence, The People"s Republic of China on Bilateral Defence Cooperation, di Jakarta Pada era Pemerintah Megawati Soekarnoputri, China juga menyumbang sekitar 50 juta RMB atau sekitar Rp 50 miliar. Dana itu untuk mengembangkan PT Krakatau Steel, PT Pindad, PT PAL, serta PT Dirgantara Indonesia, supaya bisa berfungsi ganda; tetap berproduksi sesuai dengan bisnis inti selama ini sekaligus sebagai pabrik senjata.
Yohan Rubiyantoro

Sumber : Harian Kontan, Page : 2

 Dilihat : 3519 kali